
Sulitnya permasalahan dana pembebasan lahan di jalan tol Kediri-Tulungagung./Radar Kediri
JawaPos.com - Harapan warga terdampak tol Kediri-Tulungagung terkait kejelasan pembebasan lahan kepada warga yang terdampak belum bisa mencapai kesepakatan bersama.
Dilansir dari Radar Kediri pada Rabu (7/2), pihak Pemkot Kediri dan pihak kantor jasa penilai publik tetap menolak membeber data terkait penilaian appraisal.
Audiensi yang digelar di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri itu dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Selama sekitar tiga jam, perwakilan warga kelurahan Gayam dan Mojoroto berdialog dengan KJPP dan tim pengadaan tanah tol.
Salah satunya lanjutnya dengan tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menentukan nilai appraisal.
"KJPP ditanya pernah nggak koordinasi dengan Pemkot? Mereka tahu perkembangan kota Kediri dari mana?" jelasnya
Dengan tidak terjawabnya keresahan warga yang meminta transparansi dari KJPP, ia menyebut warga sepakat tidak mau melanjutkan prosesnya. Bahkan menyatakan diri akan membuat petisi yang meminta penggantian KJPP.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
