
Jika Tak Ada Tol Kediri-Tulungagung, Akses Non-Tol Menuju Bandara Dhoho Kediri Kurang Memadai (Ilustrasi KPBU Kemenkeu)
JawaPos.com - Adanya Jalan Tol Kediri-Tulungagung ternyata memudahkan masyarakat untuk menuju tujuan dalam waktu yang singkat. Terutama bagi pengendara roda empat.
Salah satu tujuan yaitu memudahkan akses ke Bandara Dhoho Kediri. Adanya Tol Kediri-Tulungagung masyarakat akan diberikan jalan alternatif selain jalan non-tol menuju bandara.
Selain memudahkan masyarakat menuju Bandara Dhoho Kediri, Tol Kediri-Tulungagung juga sangat penting untuk memperlancar arus kendaraan menuju bandara selain jalan non-tol. Agar tidak terjadi kemacetan.
Mengapa demikian? Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri Yudha Nur Ari menyebutkan bahwa Tol Kediri-Tulungagung merupakan akses tumpuan menuju ke bandara.
Sebab, saat ini akses non-tol ke bandara dinilai masih kurang memadai. Sementara, saat ini akses menuju ke bandara ada dua jalan yaitu Jalan PB Sudirman atau melewati Jalan Jawa di Desa/Kecamatan Grogol.
Dari dua ruas itu, Jl PB Sudirman menjadi pilihan utama karena jauh lebih lebar (8 meter).
Namun, kedua jalan tersebut akan bermuara di satu tikungan yang sama. Sedangkan tikungan yang masuk ke Jl Jawa itu dianggap masih terlalu sempit.
“Tikungan itu sudah dilakukan pembebasan lalu pelebaran tapi tetap terlalu sempit,” tuturnya.
Dengan kondisi itu, Yudha pesimis jika alur transportasi akan berjalan lancar. Sebab, dari beberapa kali melakukan uji coba menggunakan kendaraan besar, selalu terjadi kemacetan di sana.
“Untuk kendaraan besar bisa saja. Tapi selalu macet,” paparnya.
Jik Tol Ki Agung ruas bandara sudah beroperasi, menurutnya potensi kemacetan itu bisa dicegah. Sebab, kendaraan roda empat mayoritas akan melewati tol.
Sedangkan akses non-tol dilewati kendaraan roda dua. 'Tol Ki Agung akan jadi akses utama. Tapi sebelum dibangun, Jalan PB Sudirman yang akan jadi akses utama," ujarnya.
Menurut Radar Kediri (Grup Jawa Pos) diketahui awal Februari pengadaan tanah tol akses ke bandara tahap I sudah mencapai 58 persen untuk Kota dan Kabupaten Kediri.
Rinciannya, Kabupaten Kediri sudah mencapai 90,35 persen atau hampir semua tanah yang diperlukan sudah bebas. Sedangkan untuk Kota Kediri baru mencapai 35,40 persen.
Selain pengadaan tanah tahap I, panitia pengadaan tanah juga memulai pengadaan tanah sesuai penetapan lokasi tahap II. Yaitu dengan memasang patok right of way (ROW) di sepanjang tanah yang terdampak.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
