Ilustrasi BPBD melakukan droping air bersih.
JawaPos.com – Warga Klaten masih merasakan krisis air bersih dampak kemarau panjang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten mencatat telah menyalurkan 3 juta liter air bersih. Droping itu menyasar 19 desa di 7 kecamatan.
Desa terdampak paling banyak berada di Kecamatan Bayat, yakni 8 desa. Kemudian, di Kecamatan Kemalang ada 5 desa, Kecamatan Wedi (2 desa), serta masing-masing satu desa di Kecamatan Jatinom, Karangdowo, Prambanan, dan Trucuk.
’’Droping air bersih tersebut hanya bersifat sementara. Kamin berharap ada solusi permanen ke depan. Salah satunya memanfaatkan sumur dalam,’’ kata Sekretaris BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (22/10).
Untuk pengadaan sumur dalam di wilayah rawan kekeringan tersebut, Nur mengusulkan agar pemkab menggandeng akademisi untuk melakukan analisis tentang topografi dan geologi di setiap daerah.
Kepala Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Suprat Widoyo menambahkan, dari 10 RW, baru satu RW yang sudah memiliki sumur dalam. Meski debitnya kecil, sumur tersebut bisa memenuhi kebutuhan 76 kepala keluarga (KK) atau sekitar 200 jiwa.
’’Kecuali warga yang memiliki ternak lebih dari 3 ekor, ya mereka wajib beli air. Harganya Rp 200 ribu sampai Rp 220 ribu per tangki,’’ ungkapnya.
Untuk 9 RW lainnya, dia menyatakan bahwa mereka masih mengandalkan droping air bersih. Termasuk membeli air bersih dari pihak swasta.
’’Setiap RW dihuni sekitar 300 jiwa. Kalaupun bisa membeli air bersih, ya harus antre. Padahal, satu tangki hanya cukup untuk 10–14 hari,’’ tambah dia.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
