
Ilustrasi angin kencang. (Magnific)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda kembali mengeluarkan peringatan dini angin kencang, untuk ejumlah daerah di Jawa Timur pada Selasa (15/9).
Terdapat 22 kabupaten dan kota yang masuk dalam radar peringatan dini angin kencang ini.
Meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Kediri, Kota Malang, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Pamekasan, Sampang, Sidoarjo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Pacitan, dan Ponorogo.
Kecepatan angin maksimum diperkirakan mencapai 37 kilometer per jam di beberapa area, termasuk Surabaya, Tuban, Bangkalan, Bojonegoro, Pamekasan, Sumenep, dan Trenggalek.
BMKG mencatat embusan angin di Jatim dominan bertiup dari arah Timur dan Tenggara.
Secara umum, tingkat kelembapan udara di Jatim berada pada rentang 25 hingga 98 persen.
BMKG mengungkapkan, sebagian besar kabupaten dan kota di Jatim diprediksi bakal didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu udara maksimal mencapai 36 derajat celsius.
Kota Mojokerto menjadi daerah dengan suhu udara tertinggi, yakni berkisar antara 25 hingga 36 derajat celsius.
Cuaca terik juga membayang-bayangi Jombang dengan rentang suhu 24 hingga 35 derajat celsius.
Disusul Surabaya, Kota Madiun, Lamongan, Nganjuk, dan Ngawi yang suhunya diprediksi mencapai 34 derajat celsius.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022