Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 20.57 WIB

Arus Mudik Lumpuh, GAPASDAP Ungkap Akar Kemacetan 45 Km ke Gilimanuk

Suasana pelabuhan Gilimanuk pada H-7 lebaran, sabtu (14/3/2026) lalu. (ASDP) - Image

Suasana pelabuhan Gilimanuk pada H-7 lebaran, sabtu (14/3/2026) lalu. (ASDP)

JawaPos.com - Kemacetan parah di jalur mudik Denpasar-Gilimanuk menjelang libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026, menjadi sorotan nasional. Antrean kendaraan pun dilaporkan mengular hingga 45 kilometer.

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menilai kemacetan tersebut dipicu oleh lonjakan arus kendaraan selama periode mudik, yang waktunya berdekatan dengan Hari Suci Nyepi.

Meski demikian, GAPASDAP menegaskan persoalan kemacetan di penyeberangan menuju Gilimanuk ini tidak bisa diatasi hanya dengan pembatasan operasional kendaraan atau rekayasa lalu lintas sementara.

"Langkah pembatasan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) hanya solusi jangka pendek, dan itu tidak menyentuh akar masalah," ucap Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo, dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Menurut Khoiri, akar permasalahan terletak pada ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah armada kapal dan kapasitas dermaga di pelabuhan penyeberangan yang belum mampu mengimbangi peningkatan kebutuhan layanan.

Jumlah kapal terus bertambah untuk memenuhi mobilitas masyarakat dan logistik, sementara pembangunan dermaga tidak sepadan, sehingga terjadi bottleneck yang membuat kapal dan kendaraan menunggu lama untuk sandar.

“Jika dermaga tidak bertambah, jalan menuju pelabuhan akan selalu menjadi parkiran. Kami mendorong pemerintah untuk menyusun roadmap pembangunan dermaga pelabuhan penyeberangan secara nasional," imbuhnya.

GAPASDAP mengusulkan pembangunan bertahap dengan target minimal satu pasang dermaga baru tiap tahun di lintasan utama nasional, guna meningkatkan kapasitas penyeberangan seiring pertumbuhan

Dari sisi anggaran, Khoriri menyebut pembangunan dermaga penyeberangan tidak memerlukan biaya yang besar. "Secara estimasi kasar bahkan nilai pembangunan satu dermaga tak sampai seperlima anggaran program MBG dalam 1 hari," celetuk Khoiri.

GAPASDAP berharap pemerintah mulai memprioritaskan peningkatan kapasitas pelabuhan penyeberangan, sehingga kemacetan panjang seperti di Gilimanuk tidak terulang pada musim mudik berikutnya. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore