
Sekretaris Utama BNPB Rustian didampingi Wakil Bupati Padang Pariaman meninjau titik yang terdampak banjir di Nagari Kampung Galapung Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis. (BNPB)
JawaPos.com - Bencana banjir, longsor, dan angin kencang yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar) berdampak luas. Sejak Selasa (25/11) Pemerintah Provinsi Sumbar menetapkan status tanggap darurat bencana alam. Status tersebut berlaku sampai 8 Desember 2025.
Status itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 360-761-2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang. Keputusan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi.
”Dengan adanya 13 kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak, kondisi ini menjadi dasar kuat bagi pemprov untuk menetapkan status tanggap darurat bencana di tingkat provinsi,” terang Arry sebagaimana dikutip dari pemberitaan Padang Ekspres (Jawa Pos Group).
Dengan status tanggap darurat bencana, Pemerintah Pusat bisa ikut turun tangan membantu penanggulangan bencana di Sumbar. Setidaknya selama 2 minggu atau sepanjang tanggap darurat bencana itu masih berlangsung. Khususnya beberapa daerah yang terdampak paling signifikan.
Yakni Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, serta Kota Bukittinggi. Menurut Arry, status tanggap darurat ditetapkan untuk mempercepat dan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, utamanya dalam urusan mobilisasi logistik, alat berat, dan sumber daya manusia.
”Status ini juga menjadi dasar pengusulan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB, sehingga penanganan dapat dilakukan tanpa hambatan administratif,” imbuhnya.
Pemprov Sumbar pun telah membuat skala prioritas selama masa tanggap darurat berlangsung. Yakni melakukan kaji cepat situasi dan kebutuhan darurat, aktivasi sistem komando penanganan darurat dan rencana operasi, evakuasi warga terancam, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Selain itu, perlindungan kelompok rentan, pengendalian sumber ancaman bencana, serta penyiapan dan distribusi bantuan logistik juga menjadi prioritas Pemprov Sumbar. Dia memastikan, seluruh proses penanganan bencana di Sumbar selama masa tanggap darurat dilaksanakan dengan cepat.
”Kami harus memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat dan tepat. Sinergi BPBD, Dinas Sosial, BMCKTR, TNI dan Polri, serta pemerintah kabupaten dan kota menjadi kunci di lapangan,” ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022