
Ilustrasi
JawaPos.com – PDI Perjuangan Jawa Barat secepatnya bakal menentukan skenario politik di kancah Pilgub Jabar 2018. Namun, tak seperti Nasdem, partai berlogo banteng moncong putih itu bakal lebih memproyeksikan kader internalnya ketimbang menjaring nama tenar di luar partainya.
"Mau itu jadi gubernur atau wakil gubernur, PDI Perjuangan akan memprioritaskan kader. Kami akan mengusung nama dari partai sendiri," tegas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Jabar, Abdy Yuhana, saat dihubungi Radar Bandung (Jawa Pos Group) melalui telepon, Senin (20/3).
Abdy memaparkan, PDI Perjuangan memiliki mesin partai di tingkat provinsi hingga 27 kabupaten dan kota. Artinya, seorang calon harus bisa menjalin hubungan selaras untuk memenangkan Pilgub Jabar.
"Kami juga memiliki 5.000 pengurus di tingkat ranting dan ribuan pengurus di anak ranting. Jika gubernur atau wakilnya bukan orang kami, ya sulit memenangkan Pilgub. Lagi pula kami bisa mengusung nama dengan modal 20 kursi di DPRD," tambahnya.
Lebih lanjut, Abdy menegaskan, dalam memilih sosok nama untuk diusulkan sekaligus diputuskan oleh DPP, terlebih dahulu DPD harus melakukan evaluasi saat Pilgub 2008 dan 2013 silam, dimana popularitas tidak selalu menjamin satu kemenangan.
Seperti contoh, Agum Gumelar dan Dede Yusuf, keduanya menelan kekalahan meskipun popularitas mereka tinggi ketimbang calon lain. "Jika hasil evaluasi nama-nama calon sudah ada, keputusan ada di DPP. Percuma kami mengusung nama tapi DPP tidak mau," terangnya.
Menurutnya, ada beberapa tahap yang harus dilalui untuk memunculkan nama pada pencalonan kepala daerah, meski PDIP memiliki 20 kursi di legislatif, yang notabene bisa mengusung bakal calon kapan saja dan siapa saja.
"Perlu diingat kami sudah memiliki syarat utama dalam pencalonan yaitu 20 kursi DPRD artinya sudah memenuhi 20% dari 100 kursi DPRD. Kapan saja bisa mengusung ketika mendekati waktu tahapan pemilu atau waktu pendaftaran juga bisa," kata Abdi.
Terkait komunikasi antara PDI Perjuangan dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Abdy menyebut, belum ada keputusan resmi dari DPP. Namun, DPD masih membuka ruang untuk calon-calon yang berkompeten.
"Emil kan baru komunikasi dengan DPP, lagian mekanisme untuk di usung PDI Perjuangan belum ditempuh seperti penjaringan kemudian uji publik, layak atau tidak menurut pandangan masyarakat. Mungkin, pertengahan Mei 2017 pendaftaran akan kami buka," pungkasnya. (arh/yuz/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
