
TUTUPI MUKA: Dua tersangka diksar maut Mapala UII di Mapolres Karanganyar, kemarin.
JawaPos.com – Rekaman hasil kegiatan selama pelaksanaan Diksar Mapala UII di Tlogodrigo, Gondosuli, Tawamangu, yang berakhir tewasnya tiga peserta Diksar, ternyata sudah dihapus pihak panitia Malapa UII. Penegasan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Karanganyar AKP Rohmat Ashari, Selasa (7/1). Menurut Rohmat, rekaman kegiatan diksar diduga tersimpan di barang bukti berupa dua kamera, CPU, dan laptop milik Mapala Unisi. Barang bukti tersebut disita penyidik di Sekretariat Mapala Unisi, Jalan Cik Di Tiro, Jogjakarta, Jumat (3/2) lalu.
Sayangnya, penyidik tidak menemukan rekaman foto maupun video dari barang bukti yang disita tersebut. Padahal, dari keterangan saksi dan tersangka sebelumnya, diketahui jika kegiatan diksar sempat didokumentasikan.
”Jadi saat kami buka, baik dua kamera, laptop, maupun CPU, tidak ada dokumentasi rekaman sama sekali. Pelaku maupun pihak Mapala diduga yang menghapus,” tegas Rohmat mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak seperti dikutip Jawa Pos Radar Jogja.
Untuk itu, penyidik akan mengirim barang bukti tambahan tersebut ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng. Diharapkan, rekaman dokumentasi dapat dikembalikan ulang atau di-recovery.
''Barang bukti itu sudah kami kirim hari ini (kemarin). Kami belum dapat memperkirakan, kapan dapat diketahui hasilnya. Semoga bisa cepat,” tandas Rohmat.
Rekaman dokumentasi itu dianggap penting untuk menjadi bukti tambahan baru. Sehingga bukti-bukti untuk menjerat dua tersangka di persidangan semakin kuat. Selain itu, dalam rekaman dokumentasi terdapat banyak informasi yang tidak menutup kemungkinan akan ada petunjuk baru.
”Tidak menutup kemungkinan juga ada pihak lain yang terlibat. Maka dari itu kami tunggu hasil labfor,” terangnya.
Dua tersangka, yakni M. Wahyudi alias Yudi, 25, dan Angga Septiawan alias Waluyo, 27, kembali menjalani pemeriksaan. Keduanya dikeluarkan dari ruang tahanan Polres Karanganyar. Kali ini, wajah keduanya sedikit terlihat karena hanya tertutup telapak tangan.
Saat itu, terlihat Yudi dijenguk keluarganya di mapolres. Didampingi kuasa hukumnya dan Ketua Mapala Unisi UII Imam Noorizky dan Ketua Diksar Wildan Nuzula.
Dijelaskan Rohmat, pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mendalami materi dalam penyusunan berkas dakwaan. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa 48 saksi. Baik untuk kasus dua tersangka ini, maupun pendalaman penyidikan untuk tersangka lainnya. ”Kami mulai menyusun berkas perkara dua tersangka,” jelas Rohmat.
Sementara itu, rapat Senat UII terkait diksar mapala memutuskan berdasarkan aturan disiplin mahasiswa, sanksi yang diputuskan oleh Senat Universitas adalah sanksi berat yaitu dikeluarkan sebagai mahasiswa UII. Serta sanksi sedang yaitu diskorsing selama dua atau tiga semester.
Selain itu, agar tidak mengganggu proses penyidikan oleh kepolisian, pihak UII tidak akan mempublikasikan identitas mahasiswa-mahasiswa yang diputuskan oleh Senat untuk menerima sanksi berat maupun sanksi sedang.
”Segala proses penyelesaian insiden ini di ranah hukum merupakan kewenangan sepenuhnya kepolisian, dan UII selaku institusi yang berpihak pada penegakan hukum menghormati kewenangan tersebut,” ujar Plt Rektor UII Dr Ing Ilya Fadjar Maharika, MA Ing IAI dalam siaran persnya yang dikirim kemarin.
Dari informasi yang didapat, jumlah mahasiswa yang dijatuhi sanksi akademik ada 19 mahasiswa. Sembilan orang di antaranya dikenai sanksi berat, yakni dikeluarkan sebagai mahasiswa. Sedangkan sepuluh mahasiswa kena sanksi sedang. (adi/fer/ila/mg2/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
