
Terminal Bontang
JawaPos.com - Suasana terminal Bontang masih sepi. Hal itu imbas mogoknya sopir bus antarkota jurusan Bontang-Samarinda, sejak Sabtu (21/1). Penyebabnya, angkutan gelap yang beroperasi di terminal tak kunjung ditindak pemerintah.
Tentu saja, kondisi itu membuat banyak pihak terkena dampak, termasuk pelaku jasa angkutan seperti sopir angkutan kota (angkot), Tang. Seorang sopir angkot itu mengatakan, kini jumlah penumpang dari terminal sangat minim.
“Kalau ada bus yang masuk, setidaknya ada saja penumpang yang bisa kami angkut. Kalau kosong kayak gini, mau mengangkut siapa,” keluhnya.
Dia juga menyampaikan, untuk mencari penumpang juga sangat sulit. Mengingat peminat angkot semakin tergerus dengan banyaknya yang memiliki kendaraan pribadi. “Jangankan untuk setoran, untuk makan sehari-hari saja juga sulit,” terangnya.
Selain sopir angkot, keluhan juga dirasakan para penumpang. Dari pantauan, banyak calon penumpang yang kecewa. Dwi, salah satu penumpang bus, meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan masalah ini. “Kasihan nasib penumpang kalau kayak gini,” tuturnya. (bbg/kpnn/ica/k16/fab/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
