
Ilustrasi orang yang punya kecerdasan emosional tinggi (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda hampir mengirim pesan bernada marah lalu buru-buru menghapusnya?
Atau terlibat adu argumen panas, hanya untuk menyadari belakangan bahwa reaksi Anda terlalu berlebihan?
Mengendalikan emosi memang bukan hal mudah, namun inilah perbedaan orang dengan kecerdasan emosional (EQ) tinggi: mereka mampu menahan impuls sebelum menimbulkan penyesalan.
Bukan berarti mereka tak pernah marah, tetapi mereka tahu cara mengelola perasaan tersebut dengan bijak.
Dikutip dari laman SmallBizTechnology, Jumat (8/8), berikut tujuh perilaku yang selalu dihindari oleh pemilik EQ tinggi, bahkan saat emosi memuncak.
1. Mereka tidak meledak dalam kemarahan
Anda mungkin mengira bahwa meluapkan amarah dengan berteriak atau memukul bantal bisa membuat hati terasa lega.
Faktanya, cara itu justru sering memperpanjang rasa frustrasi. Pemilik kecerdasan emosional (EQ) tinggi memilih langkah berbeda.
Mereka tidak terburu-buru 'meledak', melainkan berhenti sejenak, menarik napas, dan menilai situasi dengan kepala dingin sebelum bereaksi.
Ahli kecerdasan emosional seperti Daniel Goleman menegaskan, jeda singkat untuk mengenali dan memberi label pada emosi, misalnya dengan berkata dalam hati, "Saya sedang marah" dapat membantu meredam lonjakan emosi.
Kebiasaan sederhana ini mampu mencegah kata-kata atau tindakan yang berujung penyesalan.
Hanya butuh satu atau dua detik kesadaran diri untuk menyelamatkan hubungan, menjaga kerja sama, dan melindungi reputasi.
2. Mereka tidak menyalahkan pihak lain
Menyalahkan orang lain saat terjadi masalah memang refleks yang mudah muncul. Namun, pemilik kecerdasan EQ tinggi memilih jalan berbeda.
Mereka tidak langsung menuding faktor eksternal, melainkan mencari tahu peran mereka sendiri dan apa yang bisa dilakukan dengan lebih baik.
