Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 03.26 WIB

Strategi Dongkrak Pariwisata NTB 2025: Fokus Wisatawan dan Tingkat Hunian Hotel

Konferensi pers BPS NTB memaparkan perkembangan sektor ekonomi dan pariwisata. (Diskominfotik Pemprov NTB) - Image

Konferensi pers BPS NTB memaparkan perkembangan sektor ekonomi dan pariwisata. (Diskominfotik Pemprov NTB)

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) memaparkan perkembangan terbaru sektor ekonomi dan pariwisata dalam konferensi pers di Ruang Aula Tambora, Mataram, Selasa (2/1/2025). Acara tersebut dihadiri Asisten II Setda NTB, Drs. H. Fathul Gani, M.Si., yang menyoroti tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan daya saing daerah, terutama di sektor pariwisata.

Dalam sambutannya, Fathul Gani menyampaikan apresiasi atas capaian Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus meningkat hingga melampaui angka 100 persen. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan harus kita pertahankan,” ujarnya. Namun, ia juga menyoroti rendahnya tingkat hunian hotel yang masih di bawah 50 persen sebagai tantangan utama yang perlu diatasi untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Kondisi Ekonomi NTB
Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, M.M., memaparkan data inflasi year-on-year (y-on-y) NTB pada Desember 2024 sebesar 1,28 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 107,04. Inflasi month-to-month (m-to-m) pada bulan yang sama tercatat 0,46 persen.

Selain itu, NTP subsektor pertanian juga menunjukkan performa positif, dengan rincian sebagai berikut:

  • Tanaman Pangan: 120,98
  • Hortikultura: 180,47
  • Tanaman Perkebunan Rakyat: 108,41
  • Peternakan: 109,30
  • Perikanan: 105,59

Menurut Wahyudin, angka ini mencerminkan daya beli petani yang meningkat serta kemampuan mereka menyeimbangkan biaya produksi dengan pendapatan.

Tingkat Hunian Hotel dan Wisatawan Mancanegara
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di NTB pada November 2024 hanya mencapai 36,24 persen, turun 7,65 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Dibandingkan dengan November 2023, terjadi penurunan sebesar 4,08 poin. Sementara itu, TPK hotel non-bintang tercatat 25,25 persen, dengan kenaikan 2,95 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok pada November 2024 tercatat 4.947 orang, mengalami penurunan 30,99 persen dibandingkan Oktober. Wisatawan ASEAN mendominasi kunjungan dengan 2.679 orang, diikuti Eropa (1.334 orang) dan Asia non-ASEAN (563 orang).

Strategi Peningkatan Pariwisata NTB
Fathul Gani menegaskan pentingnya strategi kolaboratif untuk mengatasi penurunan wisatawan dan tingkat hunian hotel. Langkah yang diusulkan meliputi:

  1. Promosi Internasional: Memperluas pemasaran destinasi NTB ke pasar global.
  2. Peningkatan Fasilitas dan Layanan: Mengembangkan kualitas layanan hotel serta atraksi budaya dan alam yang lebih menarik.
  3. Dukungan Pemerintah: Memberikan insentif dan kemudahan regulasi bagi pelaku usaha pariwisata.

BPS menekankan pentingnya sinergi antarinstansi untuk menyajikan data akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan. Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan memperkuat daya saing NTB di tingkat nasional dan internasional.

Meskipun menghadapi tantangan, optimisme tetap menjadi sikap utama pemerintah dan masyarakat NTB. Dengan kerja sama yang kuat, 2025 diyakini akan menjadi tahun kemajuan signifikan bagi perekonomian dan pariwisata di provinsi ini.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore