
Potret keluarga korban memantau proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny di monitor posko darurat, Sidoarjo, Kamis malam (2/10). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Memasuki hari kelima operasi pencarian korban tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi dua korban pada Jumat pagi (3/10).
Hal ini disampaikan Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Yudhi Bramantyo di posko darurat. Ia mengatakan korban yang berhasil dievakuasi hari ini, keduanya dalam kondisi meninggal dunia.
"Pagi ini, hari Jumat (3/10), tadi sekitar pukul 07.30 WIB, kita berhasil evakuasi lagi 1 santri kita, kemudian satu lagi berhasil kita evakuasi juga pada pukul 07.36 WIB," tutur Bramantyo, Jumat (3/10).
Terkait identitas, ia belum bisa memastikan karena masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Setelah ditemukan, korban dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.
"Namun yang jelas, kedua (korban meninggal dunia) kita evakuasi dari tempat wudu, sepertinya tertimpa pecahan ditempat wudu (saat kejadian)? kita angkat kedua-duanya dari tempat wudu," imbuhnya.
Ketika ditanya apakah kemungkinan dua korban tersebut belum sempat memasuki gedung utama Musala, Bramantyo belum bisa menjelaskan. Yang jelas, tim SAR menemukannya di reruntuhan tempat wudu.
"Saya tidak tahu apakah yang bersangkutan, karena jalan masuk ke Musala nya juga lewat tempat wudu, apa terlambat sholat terus mau wudu atau setelah dia sholat, terus lewat situ," tukas Bramantyo.
Kronologi Singkat
Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat (3/10) pukul 07.36 WIB, sebanyak 110 orang menjadi korban, dengan rincian 7 orang meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya mengevakuasi korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. Sejumlah alat berat seperti ekskavator dan crane dikerahkan untuk mengangkat reruntuhan bangunan. (
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
