
Photo
JawaPos.com – Keluhan layanan buruk PDAM Giri Tirta kembali mengemuka. Tidak hanya keluhan air mampet di banyak wilayah, tapi juga seputar tagihan ’’gajah bengkak’’. Para pelanggan pun hanya bisa menumpahkan kekesalan mereka melalui media sosial.
Di Kramat Langon, Gresik, misalnya. Air PDAM dikabarkan sudah lama tidak mengalir. Andik Wahyudi merupakan satu di antara sekian banyak pelanggan yang mengalami layanan buruk tersebut.
Dia mengatakan, selama sebulan terakhir, pihaknya selalu mengalami kesulitan air bersih. Beruntung, tidak jauh dari rumahnya, ada tetangga yang memiliki sumur. Karena terus-terusan mengambil air tetangga, Andik pun merasa sungkan. ’’Akhirnya memberikan ganti uang listrik kepada tetangga. Tagihan PDAM juga tetap bayar,” ujarnya.
Itu baru sebulan belakangan layanan air mampet. Sebelum itu, dua kali air mampet dialami Andik. Selama 24 jam, Andik bisa menghitung air PDAM mengalir ke rumahnya. Kalaupun ada, alirannya juga tidak deras. ’’Paling nyala dua sampai tiga jam dan hanya malam,” katanya.
Saat itu Andik mengajukan komplain ke Kantor PDAM, Jalan Permata Graha Bunder Asri. Sempat ada perbaikan. Air kembali mengalir normal. Namun, dalam beberapa hari kemudian, kejadian serupa terulang. Air mengalir hanya saat malam. ’’Sudah berulang-ulang komplain ke PDAM. Termasuk ketika mampet sebulan ini,” katanya.
Tidak hanya itu, masih di Kramat Langon, tepatnya wilayah perumahan Kecamatan Manyar, dalam dua hari terakhir ribuan pelanggan juga mengeluhkan air mampet. Salah satu di antaranya wilayah Pondok Permata Suci (PPS). Sebelumnya, dalam beberapa pekan, air sempat lancar. ’’Eh, ternyata kini kumat lagi,’’ gerutu Sukmana, pelanggan di PPS.
Selain layanan buruk kelancaran aliran air yang kerap berulang, banyak pelanggan yang mengeluhkan tagihan bengkak selama masa pandemi Covid-19. Keluhan yang disampaikan Kusnan, misalnya. Warga Kramat Langon itu menunjukkan tagihan sebesar Rp 1,6 juta. Banyak juga warga yang menumpahkan kekesalan tagihan melangit itu. Padahal, kalau dihitung, jumlah pemakaian air tidak banyak. Sebelumnya, keluhan itu kerap disampaikan kepada manajemen PDAM. Namun, warga tetap tidak berdaya.
’’Tetap meski diprotes. Kalaupun bisa, diangsur. Padahal, pemakaian air tidak banyak. Seharusnya transparan PDAM. Berapa sih tarif per meter kubiknya. Umumkan terbuka. Termasuk ke media massa. Biar warga bisa menghitung sendiri,’’ ungkap beberapa pelanggan.
Menanggapi itu, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik Siti Aminatus Zariyah tidak menampik bahwa saat ini ada masalah distribusi air ke pelanggan. Produksi air sangat kecil sehingga yang sampai ke pelanggan juga terbatas. ’’Air kecil karena ada perbaikan pompa dan pipa,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
