
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
JawaPos.com–Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf kaget melihat semangat para kader dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya pada halalbihalal bersama Polrestabes Surabaya, Sabtu (20/5).
KH Yahya Cholil Staquf memastikan, seluruh nakhoda dan anggota PCNU Surabaya solid dan satu barisan. Kekompakan PCNU Surabaya terlihat sangat apik.
”PCNU Surabaya ini kan dilantik pada 29 Ramadan. Insya Allah, semua dapat lailatur qadar,” terang KH Yahya Cholil Staquf.
Pria yang akrab disapa dengan Gus Yahya itu menyatakan, ikatan nahdliyin dengan para anggota polisi di Surabaya juga terasa harmonis. Untuk kali pertama, lanjut gus asal Rembang Jawa Tengah itu, harmonisasi terasa kental di Surabaya antara NU dengan Polrestabes.
Dia mengingatkan, NU adalah thoriqoh. Ada dua thoriqoh jalan yang harus dipahami. Yakni, jalan keagamaan dan kemasyarakatan.
”Jalan keagamaan itu ya jalan NU. Orang NU itu harus qunut, kalau nggak qunut di subuhan ya bulan thoriqoh NU,” ungkap KH Yahya Cholil Staquf.
”Thoriqoh yang paling mendasar adalah beragama mengikuti ulama. Ngelakoni agama tidak jalan sendiri atau berpikir sendiri,” tambah KH Yahya Cholil Staquf, pria kelahiran 16 Februari itu.
Sebelumnya, ribuan jamaah Nahdlatul Ulama (NU) dan Pengurus Cabang NU Surabaya halalbihalal dengan Polrestabes Surabaya. Para jamaah berkumpul di halaman belakang Polrestabes Surabaya. Beberapa acara di antaranya, pembacaan ayat suci Alquran oleh Sayyid Maqdir Zulfikar Basyaiban, hingga hadrah ishari.
Hadir Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2022-2027 Saifullah Yusuf.
Ketua PCNU Umarsyah HS mengatakan, diperkirakan ada 3.000 warga nahdliyin berkumpul di Mapolrestabes Surabaya. Halalbihalal dilakukan untuk melestarikan tradisi NU di Bulan Syawal.
”Kegiatan halalbihalal juga untuk menjaga ketenteraman di tengah-tengah kondisi perpolitikan di Indonesia,” tutur Umarsyah.
