Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Februari 2025, 22.44 WIB

Pengobatan Tradisional Makin Diminati, RS Universitas Airlangga Surabaya Layani 300 Pasien Setiap Bulan

Pengobatan tradisional semakin diminati masyarakat di Surabaya. (Robertus Risky/Jawa Pos). - Image

Pengobatan tradisional semakin diminati masyarakat di Surabaya. (Robertus Risky/Jawa Pos).

JawaPos.com – Pengobatan tradisional semakin mendapatkan tempat di masyarakat sebagai alternatif sekaligus pelengkap terapi medis konvensional. Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) mencatat lonjakan jumlah pasien yang memanfaatkan layanan Poli Pengobatan Tradisional (Battra) setiap tahunnya.

Kepala Instalasi Poli Pengobatan Tradisional RSUA, Ario Imandiri, menyebutkan bahwa fasilitas yang tersedia di poli ini meliputi terapi akupunktur, pijat kesehatan, bekam kering, hingga edukasi mengenai penggunaan herbal. "Kami menangani sekitar 3.000 pasien setiap tahunnya, dengan rata-rata 300 tindakan terapi per bulan," ujarnya di Surabaya.

Keluhan yang paling sering dihadapi oleh tim medis di poli ini adalah nyeri, seperti nyeri otot, pinggang, lutut, hingga sakit kepala. Selain itu, pasien dengan kondisi pasca stroke, gangguan kesuburan, dan obesitas juga banyak yang memilih terapi tradisional untuk membantu pemulihan mereka.

Menurut Ario, pengobatan tradisional bisa dikombinasikan dengan metode medis modern. "Pasien yang menjalani terapi medis tetap bisa mendapatkan akupunktur atau pijat sebagai pelengkap. Bahkan, di ICU, pasien yang menggunakan ventilator sering mendapat terapi akupunktur untuk membantu pemulihan pernapasan mereka," jelasnya.

Dari segi keamanan dan efektivitas, Ario menegaskan bahwa pengobatan tradisional yang dilakukan oleh tenaga profesional terbukti bermanfaat. "Bagi lansia yang sudah mengonsumsi banyak obat, terapi ini bisa membantu mengurangi keluhan tanpa perlu menambah dosis obat yang dikonsumsi," tambahnya.

Mayoritas pasien yang datang ke Poli Battra adalah wanita berusia di atas 30 tahun, meski layanan ini juga tersedia untuk anak-anak. "Kami menangani pasien anak dengan pijat dan akupunktur. Terapi ini bermanfaat untuk merangsang tumbuh kembang serta membantu anak dengan ADHD, speech delay, dan autisme," katanya.

Pada lansia, masalah yang paling sering ditangani adalah nyeri sendi dan keluhan akibat konsumsi obat dalam jangka panjang. "Akupunktur bisa membantu mengurangi ketergantungan pada obat pereda nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pasien," ujarnya.

Lama terapi yang dijalani pasien tergantung pada kondisi mereka. Umumnya, satu sesi berlangsung sekitar 20–30 menit dan dilakukan 1–2 kali seminggu dalam 10–12 sesi. "Untuk kasus tertentu yang lebih serius, terapi bisa dilakukan setiap hari dengan pengawasan dokter," tambahnya. Setelah kondisi membaik, pasien tetap disarankan menjalani terapi akupunktur 1–2 kali sebulan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pengobatan tradisional, RSUA terus mengembangkan layanan dalam riset dan pengabdian masyarakat. "Prospek pengobatan tradisional sangat besar, terutama karena masyarakat semakin tertarik dengan terapi yang alami, minim efek samping, dan aman," tuturnya.

Ke depan, RSUA berencana memperluas layanan pengobatan tradisional, sejalan dengan program health tourism yang tengah dikembangkan oleh pemerintah. "Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pengobatan tradisional bukan sekadar alternatif, tetapi juga solusi kesehatan yang efektif dan terpercaya," pungkas Ario.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore