Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2025, 04.25 WIB

Pernak-Pernik Khas Imlek Laris-Manis, Omzet Pedagang di Pasar Atom Tembus Rp 2 Miliar

Toko pernak-pernik Imlek di Pasar Atom dibanjiri pembeli. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Toko pernak-pernik Imlek di Pasar Atom dibanjiri pembeli. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

 
 
 
JawaPos.com-Sehari menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili 2025, pernak-pernik lampion hingga amplop angpao, dengan dominasi warna merah emas masih menghiasi sudut Pasar Atom Surabaya.
 
 
Pasar tradisional yang beralamat di Jalan Bunguran No.45, Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya tersebut identik dengan perayaan Imlek dan hidangan khas Tiongkok. Para pedagang pun dibanjiri pembeli.
 
Operasional Manager salah satu toko pernak-pernik khas Imlek di Pasar Atom, Willy Dehe mengaku bahwa ada lonjakan penjualan menjelang perayaan yang dinanti-nanti oleh etnis Tionghoa.
 
"Yang paling banyak dicari itu amplop angpao. Pernak-pernik lampion dan gantungan motif khas Imlek juga diminati masyarakat. Biasanya untuk menghias rumah dan tempat usaha," ujar Willy kepada JawaPos.com, Selasa (28/1).
 
Untuk motifnya, yang paling diburu adalah motif ular kayu. Sesuai dengan tema Tahun Baru Imlek 2576, yaitu Tahun Ular Kayu. "Motif-motif ular itu dicari semua. Apalagi tahun ini shio-nya Ular Kayu," imbuhnya. 
 
Willy mengatakan bahwa pernak-pernik Imlek yang ia jual adalah impor dari Tiongkok. Barang-barang tersebut telah dipesan sejak tahun lalu untuk memenuhi lonjakan kebutuhan menjelang perayaan Imlek.
 
Lebih lanjut, toko pernak-pernik Imlek yang sudah berjualan selama 20 tahun itu juga mengalami peningkatan penjualan sejak 10 Januari 2025. Bahkan dalam satu hari, rata-rata mereka mencatatkan 200 transaksi.
 
"Omzet penjualan melonjak drastis, dengan rata-rata 200 transaksi itu omzetnya bisa mencapai Rp 25 sampai Rp 40 juta per hari. Ini jauh lebih ramai dibanding Natal," tutur Willy.
 
Saat perayaan Natal 2024, ia menuturkan omzet yang didapat sekitar Rp 1,7 Miliar dalam satu bulan. Sementara pada perayaan Imlek ini, omzetnya bisa menyentuh Rp 2 Miliar. Artinya naik sekitar Rp 300 Juta.
 
"Imlek memang selalu punya daya tarik tersendiri dibanding Natal. Persiapannya lebih meriah, dan orang-orang tidak segan untuk belanja besar demi keberuntungan di tahun baru ini," tandas Willy. (*)
 
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore