JawaPos.com - Akses dan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, tanpa terkecuali alias merata merupakan komitmen yang terus diupayakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Pada 2025, Pemkot berencana membangun satu rumah sakit baru di Surabaya Selatan. Rumah sakit itu akan dibangun di atas lahan seluas 7.132 meter persegi di Jalan Mastrip Anggrek I, Karangpilang.
Bahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa proyek pembangunan RS di Surabaya Selatan menelan anggaran yang tidak sedikit. Nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah.
"Rp 400 miliar (anggaran yang disiapkan untuk membangun RSUD Surabaya Selatan)," tutur Eri di Surabaya, Minggu (19/1). Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembangunan akan dimulai. Yang jelas pada 2025.
"Kami lihat nanti ya (waktu pembangunan dilakukan)," imbuhnya. Adapun besaran anggaran tersebut masih bisa bertambah, lantaran belum digedok oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah mengalokasikan Rp 6,03 Triliun untuk anggaran pembangunan infrastruktur tahun ini. Angka ini setara 48,85 persen dari total APBD Kota Surabaya 2025 sebesar Rp 12,3 triliun.
Lebih lanjut, Eri mengatakan bahwa trauma center akan menjadi layanan unggulan dari RSUD Surabaya Selatan. Pasalnya, layanan kesehatan ini belum dimiliki oleh tiga rumah sakit yang dibangun Pemkot.
“Rumah sakit di Surabaya ini belum ada yang khusus untuk menangani (korban) kecelakaan atau kejadian yang membuat trauma. Karena itu, di RSUD Surabaya Selatan nanti kami fokuskan ke trauma center," tandas Eri.
Adapun tiga rumah sakit umum milik Pemkot Surabaya, diantaranya RS Bhakti Dharma Husada (BDH), RS dr. Mochammad Soewandhie, dan RS Eka Candrarini (RSEC) yang baru diresmikan 18 Desember 2024 lalu.