JawaPos.com - Pembangunan infrastruktur terus didorong oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sederet proyek siap dikerjakan di 2025. Mulai dari infrastruktur jalan, sistem drainase, hingga rumah sakit baru.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad mengatakan, sistem drainase diprioritaskan untuk menangani masalah banjir.
"Sedangkan pembangunan infrastruktur jalan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan integrasi antar wilayah. Di 2025, kami fokus pada penyelesaian JLLB," tutur Irvan di Surabaya, Kamis (16/1).
Tepatnya penyelesaian Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) pada segmen Jalan Raya Sememi sampai Simpang Susun Romokalisari. Termasuk akses jalan untuk menuju Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Sementara untuk pelebaran Jalan Wiyung, akan ditingkatkan dari pertigaan UNESA hingga Puskesmas Lidah Kulon. Terkait rumah sakit baru, Pemkot akan membangun RSU Surabaya Selatan. Tepatnya di Karangpilang.
"Diharapkan mendukung pemerataan pelayanan kesehatan. Sebab dari kajian sosio-ekonomi, RSU Surabaya Selatan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," imbuhnya.
Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga berencana membangun Puskesmas baru di Pegirian, serta lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Medokan Ayu, Waru Gunung, dan Tambak Wedi.
"Pengembangan sirkuit GBT tidak luput menjadi perhatian Pemkot Surabaya dalam program prioritas pembangunan di tahun 2025. Ini meliputi penambahan lintasan kurang lebih 600 meter, tribun, hingga paddock," tutur Irvan.
Seluruh proyek pembangunan infrastruktur tersebut akan dikerjakan tahun ini (2025). Anggaran pun sudah disiapkan oleh Pemkot Surabaya. Nominalnya tidak sedikit, yakni Rp 6,03 Triliun.
Angka tersebut setara dengan 48,85 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya 2025, yakni Rp12,3 triliun. Hal ini menjadi bukti komitmen Surabaya untuk memprioritaskan infrastruktur Kota.
"Pembangunan yang berkelanjutan menjadi prinsip utama kami agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi saat ini dan yang akan datang," tandas Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudradjad. (*)