
S saat mengakui kesalahannya dengan pengakuan palsu menjadi korban pembegalan di Jalan Undaan Kulon. (Instagram.com/humaspolrestabessurabaya)
JawaPos.com–Seorang pria berinisial S, 57 tahun, sempat menghebohkan masyarakat Kota Surabaya, dengan pengakuannya sebagai korban begal di Jalan Undaan Kulon Surabaya pada Minggu (12/1) dini hari.
S awalnya mengaku ponselnya dirampas dan diceburkan ke sungai oleh pelaku begal. Namun, semua itu ternyata hanya karangan semata. Hal ini terungkap setelah pihak kepolisian mengecek rekaman CCTV setempat.
Kapolsek Genteng AKP Grandika Indera menjelaskan, berdasar rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi, tidak ditemukan bukti kejadian perampasan, seperti yang dikatakan S. Terlebih dari rekaman CCTV, S terlihat berjalan kaki seorang diri di Jalan Undaan Kulon, Genteng. Di berjalan ke arah sungai hingga akhirnya tercebur.
”Pada intinya beliau tercebur karena kelalaian karena tidak melihat di situ ada sungai. Jadi tidak ada kejadian begal,” ujar AKP Grandika di Mapolsek Genteng.
Sementara itu, S mengaku tercebur ke sungai karena pandangannya terganggu. Dia menderita penyakit katarak. Ketika berjalan kaki menuju rumahnya, S salah melihat dan mengira ada jembatan kecil di atas sungai.
”Itu saya dari Stasiun Pasar Turi, sampai (Jalan) Undaan hujan, terus saya nyebrang dan jatuh (sendiri) ke sungai. Saya takut air jadi gak sepenuhnya sadar,” ucap S saat melakukan pengakuan di Mapolsek Genteng.
Ketika ditanya alasan mengarang cerita dibegal, S mengaku spontan ketika ditanyai. Warga asal Blora, Jawa Tengah, itu mengaku terlanjur malu untuk mengakui keteledorannya hingga tercebur ke sungai.
”Saya nggak sadar terus ditanyain. Ada begal, ada begal, padahal bukan. Idenya dari dalam air itu, kan gak sadar. Saya lupa,” tutur S dengan nada lirih.
Merasa bersalah telah membuat pengakuan palsu, S akhirnya mengakui bahwa dirinya tidak dibegal. Dia juga meminta maaf kepada warga Surabaya dan pihak kepolisian, atas kegaduhan yang dibuat.
”Saya sadar telah membuat resah. Saya meminta maaf kepada warga Surabaya dan Bapak Kapolsek Genteng. Saya salah laporan dan tidak akan mengulangi lagi,” tukas S penuh penyesalan.
