
Suasana kantin di SMP Negeri 13 Surabaya yang tampak sepi. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemandangan tak biasa terlihat terjadi di kantin SMP Negeri 13 Surabaya. Sekolah tersebut menjadi salah satu penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Pahlawan sejak hari ini, Senin (13/1).
Dari kejauhan, kantin itu tampak sepi. Benar saja, dari enam stan yang tersedia, hanya tiga yang buka. Menurut salah satu penjual kantin SMPN 13 Surabaya, Rini Ariani, stan-stan lainnya memilih tutup karena takut.
"Ya mbak, orang-orang (tidak jualan) takut nggak laku. Kan ada Makan Bergizi Gratis. Sementara kita setiap stan itu pasti menjual makan makanan berat," keluh perempuan berusia 41 tahun itu.
Meskipun tetap buka, Rini mengaku mengurangi porsi makanan yang dijajakan. Biasanya, dalam sehari ia mampu menjual menu makan andalannya, yakni nasi geprek sebanyak 50 porsi.
"Sekarang saya kurangi. Nggak berani banyak, cuma jualan 20 porsi nasi geprek. Sebelumnya juga sudah dibilangi sama pihak sekolah kalau akan ada Makan Bergizi," ujar Rini yang sudah 9 tahun berjualan di kantin SMPN 13 Surabaya.
Satu porsi nasi geprek dia jual dengan harga Rp 7 Ribu. Dengan mengurangi porsi jualan, omzet yang diterima Rini mau tidak mau juga ikut menurun. Ia mengaku dalam sehari, omset yang didapat biasanya berkisar Rp 300–400 ribu.
Keresahan serupa juga dialami oleh Sulina. Warga Jemursari itu menjual bakso di kantin SMPN 13 Surabaya. Sulina juga mengaku dagangannya tidak seramai biasanya. Ia menebak mungkin karena Makan Bergizi Gratis.
"Biasanya, saat jam istirahat pertama, yakni 9.45 WIB, itu siswa-siswi sudah ramai di kantin mbak. Mereka sarapan. Nah, hari ini enggak begitu. Laku tapi nggak banyak. Yang lain juga sama-sama sepi," ujar Sulina.
Benar saja, meski jam istirahat pertama telah berlalu, dagangan Sulina masih banyak. Terlihat pentol, tahu, siomay masih berbaris rapi di dalam panci. Padahal, satu porsi bakso dijual Sulina dengan harga Rp 5 ribu saja.
"Kalau gini terus, kami rugi. Saya berharapnya pihak sekolah, pemerintah, mencari jalan tengah. Jadi jangan merugikan sini (penjual kantin), jangan merugikan sana (Makan Bergizi Gratis)," harap perempuan berusia 48 tahun itu.
Sebelumnya, ada 6.159 siswa dari 10 sekolah di Kota Surabaya yang sudah mencicipi aneka ragam Makan Bergizi secara cuma-cuma. Sekolah tersebut berada di dua kecamatan, yakni Wonocolo dan Rungkut.
Lima sekolah dari berbagai tingkatan di Wonocolo yang mendapat Makan Bergizi Gratis hari pertama, yakni KB-TM Yasporbi, SD Taquma, SMP Negeri 13 Surabaya, SMA Negeri 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya.
Sementara di Rungkut, program yang digadang-gadang bisa mengatasi gizi buruk itu juga menyasar lima sekolah. Yakni TK Tunas Pertiwi, SDN Penjaringan Sari 1, SDN Penjaringan Sari 2, MTs 3 Surabaya, dan MAN Surabaya.
Menu Makan Bergizi Gratis yang disajikan pada hari pertama cukup variatif. Ada nasi putih dengan taburan wijen, ayam kecap, sayur buncis campur wortel dan tahu, semangka, dan susu UHT 115 ml.
