
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Agama (Kemenag) mewacanakan kegiatan sekolah libur selama Ramadhan. Rencana itu memicu perdebatan di masyarakat. Ada yang sepakat dan ada yang tidak.
Di Kota Surabaya terdapat beragam respons. Contohnya Julian Romadhon, salah seorang wali murid asal Dukuh Kupang, Surabaya. Dia mengatakan, masyarakat Indonesia sangat multikultural. Terdiri atas berbagai suku, agama, dan ras. Jika kebijakan benar-benar ditetapkan, maka Pemerintah perlu memikirkan nasib siswa non muslim.
"Bagaimana dengan anak-anak yang bukan beragama Islam alias non muslim? Apakah ada alternatif untuk mereka? Program ini harus adil dan memikirkan semua pihak," ujar Julian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Yusuf Masruh belum bisa memberikan banyak komentar terkait wacana libur sekolah selama Ramadhan. Pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat, baik dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendidasmen) maupun Kementerian Agama (Kemenag).
"Kalau biasanya (siswa) tetap melaksanakan (sekolah) di puasa Ramadhan. Tetapi, untuk Ramadhan bulan depan kami masih menunggu (perintah) Kementerian," ujar Yusuf Masruh saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (8/1).
Terkait kekhawatiran wali murid terkait nasib siswa non muslim selama bulan Ramadhan, Yusuf menegaskan bahwa Surabaya merupakan kota yang menjunjung tinggi rasa toleransi.
"Ramadhan kemarin (2024) itu teman-teman yang non muslim ada yang ke pondok KASIH. Saya yakin bisa menyesuaikan. Cuma mengenai libur tidaknya itu menunggu keputusan pusat, ya," tukas Yusuf.
Untuk diketahui, libur sekolah selama bulan suci Ramadhan diterapkan pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Belakangan wacana itu muncul lagi setelah adanya pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
"Ya, sebetulnya sudah (diterapkan), khususnya di pondok pesantren, itu libur. Tetapi sekolah-sekolah yang lain juga masih sedang kita wacanakan. Nanti tunggu penyampaian," ujar Nasaruddin di Jakarta, Selasa (31/12) lalu.
