Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 20.11 WIB

Hebat! Seribu Ton Sampah per Hari di Surabaya Diolah Menjadi Energi Listrik

Pengelolaan sampah di TPA Benowo. (Humas Pemkot Surabaya). - Image

Pengelolaan sampah di TPA Benowo. (Humas Pemkot Surabaya).

JawaPos.com - Inovasi pengelolaan sampah di Surabaya sedang dilirik oleh pemerintah pusat. Pasalnya dalam sehari saja, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menyulap seribu ton sampah menjadi energi listrik.
 
Setiap harinya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan ada sekitar 1.600 ton sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Namun, hal itu bukan menjadi masalah karena diubah menjadi energi listrik.
 
"Semua sampah yang dihasilkan per harinya dapat dikelola menjadi energi listrik. Dari 1.600 ton sampah per hari yang diolah menjadi energi listrik sebanyak 1.000 ton dan sisanya diolah dengan sistem lain," ujar Eri, Rabu (8/1).
 
Di TPA Benowo, Pemkot Surabaya menerapkan dua teknologi utama dalam pengelolaan sampah. Sampah organik diolah dengan teknologi fermentasi gas atau pembangkit listrik tenaga gas landfill. 
 
Sementara sampah non-organik diolah menggunakan teknologi termokimia atau pembangkit listrik gasifikasi. Eri mengklaim penerapan teknologi ini cukup efektif mengatasi persoalan sampah di Surabaya. 
 
"Dulu sampah di Surabaya 1.300 ton per hari, meningkat 1.400 ton per hari lalu sekarang menjadi 1.600 ton per hari. Ini karena penduduk Kota Surabaya juga bertambah dari 2,8 juta menjadi 3,2 juta," tutur Eri.
 
 
Kendati produksi sampah masyarakat meningkat, hal itu bukan menjadi suatu masalah, sebab, teknologi yang diterapkan Surabaya tidak menimbulkan sampah kembali (zero waste), tetapi justru menghasilkan energi listrik.
 
Bahkan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa sistem pengelolaan sampah menjadi energi listrik di TPA Benowo, sudah diakui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
Pemkot Surabaya juga terus berupaya untuk menerapkan Reuse, Reduce, Recycle dan Replace (4R) dalam pengelolaan sampah. Dimulai dari setiap RW yang memiliki bank sampah.
 
"Sekarang di setiap RW sudah ada bank sampahnya untuk memilah dan mengolah. Saya berharap sampah penduduk bisa berkurang, target kami dari 1.600 ton menjadi 1.400 per hari," tukas Eri. (*)
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore