
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.Com–Wacana libur sekolah satu bulan selama Ramadhan, sedang menjadi buah bibir di masyarakat. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bahkan menyebut kebijakan ini sudah diterapkan di pondok pesantren.
”Ya, sebetulnya sudah, khususnya di pondok pesantren, itu libur. Tetapi sekolah-sekolah yang lain juga masih sedang kita wacanakan. Nanti tunggu penyampaian,” ujar Nasaruddin.
Menanggapi wacana libur sekolah satu bulan selama Ramadhan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku tidak mempermasalahkan. Rencana Menag Nasaruddin itu bisa memberi dampak positif bagi siswa.
Namun, alih-alih diliburkan seratus persen saat Ramadhan, Eri mengusulkan agar pembelajaran siswa di sekolah diganti menjadi pembelajaran singkat di pondok pesantren (ponpes).
”Jadi Libur sekolahnya tetapi bisa diikutkan ke pondok. Jadi diwajibkan anak Surabaya kalau Libur satu bulan, dimasukkan ke pondok seminggu, atau bergantian,” tutur Eri di Surabaya, Sabtu (4/1).
Selama di pondok, lanjut dia, siswa akan belajar kitab, akidah, dan ilmu-ilmu agama Islam lainnya. Dengan upaya tersebut, Wali Kota Eri berharap siswa-siswi di Surabaya bisa memiliki dasar agama yang kuat.
Menurut dia, ilmu agama merupakan pegangan dasar yang dapat memenuhi tingkah laku manusia. Ketika manusia memahami dasar agama, Eri meyakini bisa untuk melakukan hal-hal bermanfaat bagi orang lain.
”Dasar yang paling kuat itu dasar agama yang diberikan kepada anak kecil. Otaknya masih bersih, belum terkontaminasi, sehingga ketika sudah besar, akan memberikan yang terbaik untuk Kota Surabaya,” imbuh Eri.
Eri kemudian bercerita tentang masa kecilnya yang belajar agama di pondok pesantren setiap libur semester sekolah. Bahkan, dia mengaku berganti-ganti pondok setiap semester liburan.
”Kalau itu benar-benar diterapkan, satu bulan saya akan berkoordinasi dengan teman-teman (Dinas) Pendidikan agar bisa dimasukkan ke pondok pesantren. Jadi tetap ada pembelajaran,” tutur Eri.
Sebelumnya, Menag Nasaruddin Umar, menekankan bahwa yang terpenting selama Ramadhan adalah kualitas ibadahnya. Siswa diharapkan bisa mengamalkan amalan sosial agama Islam, bukan sekadar teori di sekolah.
”Tidak hanya teori ya di sekolah, tapi juga ada pengamalan. Kita kan beribadah puasa, mungkin juga ada berkumpul bersama keluarga, amalan-amalan sosial di bulan Ramadhan, kan pahalanya banyak ya,” tukas Eri.
