Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 Desember 2023, 15.30 WIB

Khofifah Indar Parawansa Ungkap Pemprov Jatim Siagakan 14 Rumah Sakit 24 Jam Sepanjang Libur Nataru

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Jawa Pos) - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Jawa Pos)

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan jika Pemerintah Provinsi Jatim menyiagakan 14 rumah sakit selama 24 jam sepanjang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) kali ini.

Melansir Radar Surabaya, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak terduga.

“Kita punya 14 rumah sakit, 24 jam mereka siaga, artinya bahwa ini koneksitas dengan rumah sakit yang lain 24 jam siaga, kita berharap semuanya berjalan baik, berangkat bahagia, pulang bahagia,” ungkapnya pada Selasa (26/12).

Terkait risiko kasus Covid-19 yang melonjak saat libur Nataru ini, pihaknya terus memantau terkait kasus yang ada.

Ia mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga kondisi kesehatan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta asupan gizi yang cukup.

“Saya menyampaikan bahwa ada kecenderungan bahwa Covid-19 ini ditemukan dan relatif ringan kasusnya. Tapi tetaplah menjaga kondisi kita dengan imunitas yang baik,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah Indar Parawansa  juga menginstruksikan kepada bupati dan wali kota di seluruh Jawa Timur untuk memastikan tempat-tempat destinasi wisata aman dikunjungi saat libur Nataru, baik alam maupun buatan.

Ia mewanti-wanti untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan yang terjadi di tempat-tempat wisata.

“Wisata-wisata alam tolong dipastikan aman, wisata-wisata alam kalau itu kaitan dengan wisata air, kemudian intensitas hujan tinggi maka semua harus waspada, jadi jangan ada musibah dari proses yang kita jaga bersama, kehati-hatian kita,” katanya.

Pengecekan yang dimaksud oleh Khofifah Indar Parawansa  meliputi kelayakan dan keamanan wahana-wahana yang ada di tempat-tempat wisata.

“Kemudian ada wahana-wahana yang harus dicek, diverifikasi kembali tingkat kelayakannya, karena jangan sampai kemudian, ada wahana tertentu yang sudah tua, kemudian over capacity, nah itu memang bupati atau wali kota yang kita minta untuk mengawal,” lanjutnya.

Tujuan dari pengecekan itu tak lain untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Jawa Timur.

“Yang wisata, yang berangkat bahagia, pulang bahagia,” pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore