
Suasana Stadion Gelora Bandung Lautan Api dalam sebuah pertandingan Persib. Pengamanan di stadion ini akan lebih diperketat saat Maung Bandung menjamu Persija Jakarta. (Instagram/@persib)
JawaPos.com - Laga klasik dua rival abadi antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (11/1), diprediksi akan berlangsung dalam tensi tinggi. Apalagi, memperebutkan puncak klasemen sementara Super League musim ini.
Dengan kondisi seperti itu, otomatis situasi keamanan akan sangat diperhatikan, baik itu di sekitar stadion maupun di dalam arena pertandingan. Maka dari itu, pihak Polda Jabar akan memberlakukan sejumlah larangan agar laga berlangsung kondusif.
Di antaranya meminta Bobotoh yang tidak punya tiket untuk tidak memaksakan diri masuk ke Stadion GBLA, karena pengamanan menuju area dalam venue pasti diperketat.
“Jangan memaksakan diri menonton dengan segala cara jika tidak memiliki tiket. Panpel tidak akan memberikan kesempatan masuk ke stadion bagi penonton yang tidak memiliki tiket, dan Polri akan melakukan pengamanan untuk itu,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan seperti dikutip dari Radar Bandung.
Ia juga melarang penonton membawa minuman keras, senjata tajam, maupun benda keras seperti besi dan batu, termasuk bunga api atau flare.
Jika nekad melanggar, maka yang rugi pasti Persib juga, karena akan berujung pada sanksi berat bagi klub dengan denda yang pernah mencapai ratusan juta rupiah pada pertandingan sebelumnya dari Komdis PSSI.
“Ini akan sangat merugikan Persib yang saat ini sedang bersaing ketat di puncak klasemen. Kami tidak ingin ada tindakan yang justru merugikan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat,” imbuhnya.
Untuk area luar lapangan, Kapolda juga meminta Bobotoh untuk tidak melakukan razia atau sweeping kendaraan berpelat B Jakarta, karena belum tentu kendaraan tersebut milik pendukung Persija.
Masih berkaitan dengan Bobotoh, ia juga mengingatkan agar mereka tidak terpancing emosi untuk menyerang rombongan pemain Persija maupun menjadi oknum penyusup yang berpotensi memicu konflik.
Rudi juga mengaku sedang mengusut peredaran tiket palsu El Clasico Liga Indonesia ini yang dijual secara terbuka di media sosial maupun secara langsung dengan harga lebih murah dari tiket resmi.
“Kami bersama pengamanan gabungan dan panitia penyelenggara akan mengamankan pertandingan ini serta memberikan pelayanan maksimal kepada pemain dan penonton yang antusias,” tegasnya lagi.
