
Muhammad Rayhan Hannan telah mencetak tiga gol untuk Persija Jakarta dan semuanya dicetak saat masuk sebagai pemain pengganti. (Dok: Instagram Persija)
JawaPos.com - Ketika nama Rayhan Hannan bergema di Jakarta International Stadium pada malam bersejarah 19 Januari 2025, banyak yang menyaksikan bukan hanya sekadar gol dari seorang pemain muda, tetapi kelahiran sebuah era baru dalam sepak bola Indonesia. Pemuda kelahiran Jakarta, 2 April 2004 ini, tidak hanya mewarisi darah sepak bola dari ayahnya yang legendaris, Harry Salisbury, tetapi juga membangun legasinya sendiri dengan cara yang menakjubkan.
Profil dan Perjalanan Karir Rayhan Hannan
Terlahir sebagai putra Harry Salisbury, mantan pemain Persija Jakarta dan PSIS Semarang yang legendaris, Rayhan seolah sudah ditakdirkan untuk menggiring bola sejak lahir. Namun, alih-alih bersandar pada nama besar sang ayah, ia memilih untuk menempa dirinya sendiri dari bawah. Ia memulai perjalanannya dari SSB Bina Taruna Cibubur, tempat di mana bakat alamiahnya mulai terasah.
Perjalanan Rayhan menuju level profesional bukanlah kisah yang instan. Setelah menghabiskan masa juniornya di akademi Persija U-18, ia akhirnya mendapat kesempatan emas untuk unjuk gigi di Piala Presiden 2022. Momentum ini menjadi titik balik kariernya, membuka pintu menuju debutnya di Liga 1 pada 3 Juli 2023 melawan PSM Makassar.
Awal tahun 2025 menjadi saksi kebangkitan Rayhan sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Indonesia. Dalam pertandingan krusial melawan Persita Tangerang (19/1), ia membuktikan kelasnya dengan mencetak gol penting. Gol ini mengantarkan Persija meraih kemenangan 2-0. Ini menjadi gol ketiga baginya musim ini, setelah sebelumnya berhasil membobol gawang PSIS Semarang dan Barito Putera.
"Masih banyak pekerjaan yang harus kami lakukan. Masih ada belasan pertandingan lagi. Jadi, kami harus tatap pertandingan itu dengan persiapan yang baik," ungkap Rayhan usai pertandingan.
Pelatih Persija, Carlos Pena, mengakui kontribusi besar Rayhan dalam kemenangan timnya. Dalam sistem permainan yang mengandalkan kontrol bola dan serangan terstruktur, Rayhan menjadi mata rantai penting. Ia menghubungkan lini tengah dengan serangan. Kemampuannya membaca permainan dan menciptakan peluang menjadi senjata ampuh Persija dalam menembus pertahanan lawan.
Tidak hanya bersinar di level klub, Rayhan juga menunjukkan tajinya bersama Timnas U-23 Indonesia. Debutnya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 menjadi bukti bahwa ia siap bersaing di level yang lebih tinggi. Pengalaman internasional ini semakin mempertajam kemampuan teknisnya dan memperkuat mentalitasnya sebagai pemain.
Masa Depan yang Menjanjikan
Dengan Persija kini bertengger di posisi ketiga klasemen Liga 1 dengan 37 poin, Rayhan memiliki kesempatan emas untuk mengukir sejarah bersama klub kesayangannya. Kemenangan ke-101 Persija di Liga 1 sejak 2017 yang ia bantu raih menjadi testimoni bahwa era keemasan baru sedang menanti di depan mata.
Di usia yang masih sangat muda, Rayhan Hannan telah menunjukkan bahwa ia lebih dari sekadar anak Harry Salisbury. Ia adalah sosok pemain modern yang lengkap, memadukan bakat alami dengan kerja keras. Ia siap meneruskan warisan sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dengan masih banyaknya waktu untuk berkembang, tidak berlebihan jika mengatakan bahwa kita sedang menyaksikan kelahiran seorang bintang baru dalam persepakbolaan Indonesia.
Rayhan Hannan dan Doni. (Dok. @rayhannan_)
