
Kaesang Pangarep (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Musim ini menjadi salah satu periode terberat dalam perjalanan Persis Solo di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Rentetan kekalahan dan performa yang belum maksimal di lapangan kerap menjadi sorotan.
Namun, di balik tekanan yang terus meningkat, komunitas suporter Persis Solo, Pagar Hijau Manahan, menyampaikan sebuah pesan yang sarat makna kepada dua figur penting klub: Kaesang Pangarep dan Kevin Nugroho.
Surat terbuka ini dibuka dengan sebuah pengakuan atas beratnya situasi yang dihadapi oleh tim musim ini. Para suporter tidak hanya menyebut permasalahan teknis di lapangan, tetapi juga mengungkapkan kekecewaan atas ketidakhadiran “para pemilik” di tengah perjuangan tim.
Absennya Kaesang dan Kevin dari stadion, forum diskusi, hingga media sosial membuat mereka merasa seperti kehilangan arah. Dalam surat tersebut, Pagar Hijau mengaitkan kesibukan keduanya dengan urusan politik dan bisnis, sebuah tafsir sederhana atas jarangnya keterlibatan mereka secara langsung.
Namun, Pagar Hijau tidak sekadar melontarkan kritik. Mereka hadir membawa harapan. Dalam bagian kedua dan ketiga surat tersebut, komunitas ini mengajak Kaesang dan Kevin untuk kembali, bukan sebagai pemilik atau sosok dengan gelar tinggi, melainkan sebagai bagian dari masyarakat Solo dan pendukung setia Persis Solo.
“Mari kita misuh-misuh bersama. Mari kita rasakan suka dan duka perjalanan ini,” tulisPagar Hijau, menunjukkan betapa dukungan kolektif dari semua pihak menjadi esensi perjuangan tim.
Ajakan ini juga dibarengi dengan pengingat akan pentingnya semangat kebersamaan. Dalam bagian akhir surat, Pagar Hijau menekankan bahwa hadir dan mendukung dari tribun bukan hanya berarti bagi mereka sebagai suporter, tetapi juga bagi para pemain yang tengah berjuang di lapangan.
Mereka meyakini, bahwa meski hasil akhir musim ini belum tentu sesuai harapan, setidaknya mereka telah bersama-sama berjuang sekuat tenaga.
Suara dari Pagar Hijau ini adalah sebuah simbol dari kecintaan suporter terhadap Persis Solo. Sebuah ajakan yang tulus, yang tidak hanya meminta kehadiran fisik, tetapi juga komitmen dan rasa kebersamaan.
Di tengah segala rintangan, harapan mereka tetap sama: kembali menjadikan Persis Solo sebagai simbol kebanggaan Kota Solo.
"Mas Kaesang, Mas Kevin, mari berjuang bersama lagi. Karena Persis Solo bukan hanya tentang siapa yang di lapangan, tetapi juga siapa yang berdiri di belakang mereka. Bersama-sama, selalu," tulis Pagar Hijau Manahan.
