
Foto lama Mancini dan Erick Thohir saat di Inter Milan. Kiprah Erick Thohir di Inter kembali diperbincangkan usai pecat Shin Tae-yong. (ESPN)
JawaPos.com - Dunia sepak bola modern tak lagi sekadar pertarungan di atas lapangan hijau, tetapi juga menjadi arena bisnis yang memikat para pengusaha kelas dunia. Menariknya, sejumlah taipan Indonesia turut ambil bagian dalam mengembangkan klub-klub di berbagai liga Eropa.
Tren kepemilikan klub sepak bola telah berevolusi dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya dikuasai oleh pengusaha tradisional, figur publik seperti Ed Sheeran dengan Ipswich Town dan Ryan Reynolds dengan Wrexham A.F.C telah membuktikan bahwa dunia hiburan dan sepak bola bisa berjalan beriringan dengan sukses.
Mari telusuri kiprah para pengusaha Tanah Air yang berani menanam modalnya ke dalam industri sepak bola internasional.
Bakrie Group - Pionir di Benua Biru
Bakrie Group menjadi salah satu perintis pengusaha Indonesia yang berani merambah sepak bola Eropa dengan akuisisi CS Vise, Belgia pada 2011. Di bawah kepemimpinan Andika Nuraga Bakrie sebagai Presiden klub dan Rahim Soekasah sebagai Wakil Presiden, CS Vise sempat menjadi tempat pembelajaran bagi talenta muda Indonesia seperti Alfin Tuasalamony, Syamsir Alam, Yericho Christiantoko, dan Yandi Sofyan. Meskipun akhirnya harus melepas kepemilikan pada 2014 karena masalah finansial, langkah ini membuka jalan bagi investor Indonesia lainnya.
Erick Thohir - Oxford United's Indonesian Connection
Ketua PSSI Erick Thohir, dengan track record kepemilikan Inter Milan, membuktikan konsistensinya dalam industri sepak bola dengan investasi di Oxford United FC pada September 2021. Bersama Anindya Bakrie, mereka memberikan sentuhan Indonesia di League One Inggris, membangun jembatan antara sepakbola Indonesia dan Eropa.
Santini Group - Mewarnai League Two
Walutje Pte.Ltd di bawah naungan Santini Group yang dipimpin oleh trio Wanandi (Emmanuel Lestarto, A Lukito, dan Paulus Witarsa) mengambil langkah strategis dengan kepemilikan lebih dari 10% saham Tranmere Rovers. Kehadiran mereka di League Two menunjukkan minat serius pengusaha Indonesia terhadap pengembangan klub-klub di berbagai level kompetisi.
Sihar Sitorus - Membawa Visi Indonesia ke Belgia
FC Verbroedering Dender menjadi pilihan Sihar Sitorus untuk mewujudkan visinya memajukan sepak bola nasional. Keputusan membeli klub Divisi Dua Liga Belgia ini merupakan langkah strategis untuk membuka jalur pengembangan talenta Indonesia di Eropa.
Alvin Sariaatmadja - Sentuhan EMTEK di Serie A
Pemilik EMTEK Group mengambil langkah berani dengan membeli 10% saham US Lecce, bergabung dengan konsorsium yang dipimpin oleh Boris Francesco Jean Collardi dan Pascal Picci. Investasi di klub Serie A ini menunjukkan ambisi besar pengusaha Indonesia untuk terlibat di liga top Eropa.
Keluarga Hartono - Kisah Sukses Como 1907
