Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2025, 22.41 WIB

Pengamat Menilai Komunikasi Jadi Faktor Penting di Timnas Indonesia

Pelatih Shin Tae-yong telah mengangkat posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA. (instagram/@shintaeyong7777) - Image

Pelatih Shin Tae-yong telah mengangkat posisi Timnas Indonesia di ranking FIFA. (instagram/@shintaeyong7777)

JawaPos.com–PSSI telah menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Pengamat sepak bola Rio Chaniado melihat langkah itu mengundang kontroversial di masyarakat.

”Tapi, memvonis kebijakan merekrut Kluivert benar atau salah rasanya terlalu dini dan tak adil. Sebab, sepak bola tidak ditentukan opini ataupun persepsi dari layar kaca. Sepak bola ditentukan hasil di atas lapangan,” ujar Rio.

Menurut Rio, PSSI memang harus mengganti pelatih. Salah satu alasannya, Shin Tae yong dinilai sulit berkomunikasi dengan para pemain. Khususnya pemain naturalisasi.

”Bukan rahasia bahwa selama ini Shin Tae yong tak bisa berkomunikasi langsung dengan pemain akibat kendala bahasa. Sehingga, selama ini, dalam berkomunikasi, pria Korea Selatan itu selalu menggunakan jasa penerjemah,” ungkap Rio.

Rio menjelaskan, saat ini, jumlah pemain naturalisasi di timnas Indonesia semakin banyak. Situasi itu membuat faktor komunikasi menjadi mahapenting.

”Jika tidak, konsolidasi internal tim bisa berantakan dan berujung konflik internal. Jadi, fakta pula bahwa dalam kontrak baru Shin Tae yong dengan PSSI mengharuskan belajar bahasa. Setidaknya Inggris untuk menghilangkan masalah komunikasi. Tapi, hingga kini, semua urung dilakukan Shin,” jelas Rio.

”Jadi, tak heran jika kemudian muncul isu harmonisasi dalam tim Garuda. Ini seperti disinggung dalam konferensi pers soal pergantian pelatih timnas. Yang mana usai laga melawan Bahrain dan jelang laga lawan Tiongkok, ada dinamika internal. Dinamika ini bisa terlihat dengan dicoretnya Eliano Reijnders, dicadangkannya Thom Haye, hingga Mees Hilgers yang hanya main satu babak sebelum ditarik keluar. Pada laga November pun Hilgers menolak tampil,” sambung Rio.

Menurut Rio, situasi ini mengindikasikan ada sesuatu di kamar ganti timnas. ”Jadi, dalam kondisi seperti ini, pergantian pelatih atau pemain bisa menjadi solusi. Ini tentu untuk mencegah dampak yang lebih buruk terjadi,” terang Rio.

”Saya pribadi tidak melihat pergantian dari Shin Tae Yong ke Kluivert sebagai bagian dari strategi instan lolos ke Piala Dunia 2026. Lebih dari itu, ini adalah konsolidasi internal timnas di tengah dinamika yang terjadi. Dengan masuknya Kluivert, masalah komunikasi dan kamar ganti diharapkan bisa mereda dengan segera. Di samping itu, hal ini juga jadi bagian dari strategi konsolidasi tim menjelang bergabungnya sejumlah pemain keturunan papan atas, seperti Ole Romney dan Jairo Riedewald,” sambung Rio Chaniado.

Rio menjelaskan, lonjakan prestasi timnas saat ini tidak terlepas dari materi pemain keturunan yang memang punya kelas di level atas Asia. Dengan bergabungkan Ole dan Jairo bisa dibilang secara teknis kekuatan Garuda akan semakin meningkat dibanding sebelumnya.

”Jadi, hadirnya pelatih di sini punya peran tak sekadar teknis melainkan nonteknis. Dalam situasi inilah secara objektif peran Kluivert terlihat masuk akal. Dia tak sekadar mengepalai soal taktik, tapi juga mengepalai konsolidasi seluruh tim. Perannya diharap sebagai perekat tim, bukan justru sumber konflik,” ucap Rio Chaniado.

”Pada akhirnya, strategi mengambil Kluivert sebagai pelatih kepala punya potensi positif, bisa pula sebaliknya. Namun, semua potensi itu baru terbukti nanti setelah timnas mengarungi seluruh laga kualifikasi. Mari kita nilai secara kualitatif dan kuantitatif performa timnas di atas lapangan. Jangan justru menilai sekadar karena prasangka apalagi fabrikasi informasi di sosial media,” imbuh Rio Chaniado.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore