
Media Korea Selatan kebingungan dengan keputusan PSSI yang memecat STY. (Dok PSSI)
JawaPos.com- Pengumuman dipecatnya Shin Tae-Yong (STY) dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia mengundang banyak perhatian, termasuk media massa Korea Selatan, Chosun Sport. Media Chosun Sport memberikan reaksi ketika kabar pemecatan Shin Tae-Yong baru saja diumumkan PSSI.
“Setelah mengantarkan Indonesia ke kualifikasi piala dunia zona asia Indonesia yang berada dalam satu grup dengan negara-negara kuat. Justru piala AFF yang menjadi masalah”. Tulis Chosun.
Chosun kebingungan dengan keputusan yang diambil PSSI. Indonesia menjadi salah satu tim kejutan di kualifikasi piala dunia bersama STY. Namun, ini ternyata tidak cukup membuat posisi STY aman sebagai pelatih. Kabar tentang pemecatan ini sebenarnya sudah berhembus beberapa bulan lalu, dan kabarnya semakin kencang lagi setelah tersingkir dari ajang AFF 2024. Masa depan Coach Shin akhirnya terjawab dalam Press Conference PSSI yang disampaikan langsung oleh Erick Thohir.
Dalam artikelnya, Chosun menganggap selama masa kepelatihan STY, Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) banyak melakukan intervensi. Hal itu kemudian mengganggu kenyamanan pelatih dalam memanajamen skuadnya.
“Jika melihat masa kepelatihan Coach Shin ke belakang, PSSI banyak melakukan intervensi dalam urusan manajemen tim”. ujar Chosun dibagian tengah artikelnya.
Kemudian Chosun menyebutkan ada yang tidak normal dari pemecatan yang dilakukan PSSI. Karena media yang pertama kali menyerukan rumor dipecatnya STY justru berasal dari Italia.
“Rumor yang terjadi baru-baru ini bermula dari berita yang datang dari Italia, yaitu Tuttosport yang isinya adalah PSSI tidak puas dengan metode latihan yang terlalu fokus pada fisik, stamina, dan kecepatan,” tulis Chosun.
Keputusan yang diambil PSSI memang mengejutkan banyak pihak. Namun, Erick Thohir menjelaskan langkah yang diambil PSSI ini dibuat setelah melakukan evaluasi dan menghitung dinamika yang terjadi dalam tubuh timnas.
Pelatih asal Eropa sudah dipastikan akan menjadi penerus STY. Untuk informasi lanjutnya akan disampaikan pada tanggal 12 mendatang. Tugas berat yang ada dihadapan pelatih selanjutnya adalah empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona asia melawan Australia, Bahrain, Tiongkok, dan Jepang.
Target utama nanti, Indonesia wajib memetik poin penuh saat menjamu Bahrain dan Tiongkok. Karena di atas kertas sulit untuk memetik kemenangan menghadapi Jepang dan Australia. Bila nanti di kandang sendiri gagal menang lawan Bahrain dan Tiongkok, hampir bisa dipastikan Timnas Indonesia akan gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
