
Pelatih Persija Carlos Pena dalam konferensi pers jelang Malut United vs Persija. (Instagram resmi Persija).
JawaPos.com - Pelatih Carlos Pena menyelesaikan paruh musim pertamanya di Persija Jakarta dengan berada di papan atas Liga 1 Indonesia 2024/2025. Bagaimana pandangan the Jakmania terhadap pencapaian itu?
Persija Jakarta di bawah asuhan Carlos Pena berhasil melewati putaran pertama Liga 1 2024/2025 dengan cukup mulus. Mereka ada di posisi ketiga dengan koleksi 31 poin dalam 17 pertandingan. Hasilnya sembilan kemenangan dan empat kali imbang, serta sisanya menelan empat kekalahan.
Saat ini, Persija Jakarta hanya berselisih tujuh angka dari pemuncak klasemen Persib Bandung dan enam poin dari Bali United FC, yang menempati urutan kedua. Namun, posisinya juga ditempel ketat oleh Arema FC di empat besar dengan 28 angka.
Pencapaian Persija Jakarta di Liga 1 2024/2025 mendapatkan apresiasi dari kelompok suporternya, The Jakmania. Posisi Macan Kemayoran pada paruh pertama musim ini jauh lebih baik dari musim lalu.
"Yang harus kita syukuri bersama ya, performa persija di musim ini, di putaran pertama adalah ya, lebih baik lah apabila kita membandingkan dengan musim lalu di putaran pertama," kata Fadel Busthomy, kepala bidang penelitian dan pengembangan (Litbang) PP The Jakmania.
"Ya musim ini kita berhasil ada di posisi ketiga, naik cukup drastis, di musim lalu kita ada di peringkat 13 ya. Performa dan penampilan persija juga harus diakui lah lebih baik," tambahnya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (5/1).
Meski demikian, tak sedikit Jakmania dan penggemar Persija lain yang masih membandingkan Carlos Pena dengan Thomas Doll. Banyak yang masih menganggap pelatih sebelumnya lebih baik.
Dasar perbandingan itu muncul tak lepas dari rapor Thomas Doll pada paruh musim pertamanya bersama Persija Jakarta. Pada 2022/2023, 17 pertandingan awal dilewati Thomas Doll dengan torehan 32 poin, satu angka lebih banyak dari musim ini. Jumlah itu didapat hasil sembilan kemenangan dan lima kali imbang, serta tiga kali kalah.
Tapi secara peringkat, Persija saat itu ada di posisi kelima klasemen paruh musim. Perolehannya sama seperti Borneo FC Samarinda yang menempati urutan keenam. Macan Kemayoran era Doll di bawah PSM Makassar yang mengantongi 34 poin dan Bali United FC, Madura United FC, serta Persib Bandung, yang memiliki 33 poin.
Lantas bagaimana penilaian Fadel selaku Litbang Jakmania? Apakah Persija era Carlos Pena musim ini lebih baik dari Thomas Doll?
"Harusnya Persija sekarang bisa lebih baik," katanya.
Di satu sisi, Fadel mengakui bahwa musim pertama Carlos Pena ini dihadapi tantangan besar yang memengaruhi performa pemain. Yakni ketidakpastian penggunaan stadion untuk pertandingan kandang juga.
"Ittu menurut kami juga menjadi faktor psikologis yang memengaruhi performa di laga home, di samping kondisi fisik kemarin di bulan Desember berasa banget. Tapi kan berpindah-pindah kandang itu kan juga memengaruhi psikologi pemain," jelas Fadel.
Dia menyinggung dua pertandingan kandang Persija Jakarta yang seharusnya bisa berbuah kemenangan. Yakni saat melawan Dewa United FC (0-0) pada pekan kelima dan kontra Borneo FC Samarinda (1-1) pada pekan ke-15.
Menurut Fadel, Persija harusnya bisa menang di dua pertandingan tersebut. "Harusnya kita lawan Borneo itu bisa menang, bisa meraih poin penuh tetapi sayangnya pertama karena fisik dan juga psikologis pemain juga sangat memengaruhi gitu," katanya.
