
Alfeandra Dewangga dalam sesi latihan Timnas Indonesia U-23 di Paris. (Dok: PSSI)
JawaPos.com - Manajemen Persija Jakarta mengirimkan sinyal akan aktif dalam bursa transfer Liga 1 pada pertengahan musim 2024/2025. Kode ini seolah mengindikasikan bahwa manajemen bakal mendatangkan pemain baru.
Pergerakan Persija dalam bursa transfer paruh 2024/2025 sejauh ini masih terbilang pasif. Belum ada pemain yang baru direkrut maupun yang meninggalkan skuad Macan Kemayoran.
Perkembangan terakhir terkait pergerakan Persija di bursa transfer hanyalah berasal dari Pelatih Carlos Pena pada 21 Desember lalu. Saat itu juru taktik asal Spanyol itu menyebut tengah berdiskusi dengan manajemen terkait kemungkinan pemain baru.
Tapi, saat itu Carlos Pena mengatakan bahwa Persija fokus ke pertandingan pamungkas putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025 terlebih dahulu. Ia ingin timnya konsentrasi melawan Malut United FC.
"Tentu kami telah berdiskusi dengan manajemen, untuk melihat bagaimana bujetnya. Apakah kami bisa mendatangkan pemain untuk memperkuat tim atau tidak. Saya telah menyampaikan rencana-rencana saya kepada manajemen," kata Carlos Pena saat itu.
Setelah itu, rumor yang mengaitkan Persija dengan pemain baru makin gencar. Sudah banyak nama yang disebut sukses menarik minat dan perhatian Macan Kemayoran untuk putaran kedua.
Semua dimulai dari yang munculnya rumor bek Bolivia, Sebastian Alvarez. Kemudian ada Ernando Ari Sutaryadi (Persebaya Surabaya), Moussa Sidibe (Persis Solo), Alfenadra Dewangga (PSIS Semarang), dan winger Gabriel Silva asal Brasil yang kini berkarier di Kamboja.
Persija Jakarta pun telah menyelesaikan putaran pertama dengan berhasil menang tipis 1-0 atas tuan rumah Malut United FC di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate pada 28 Desember lalu.
Hasil itu membuat Persija mengakhiri putaran pertama dengan koleksi 31 poin dalam 17 pertandingan. Macan Kemayoran ada di posisi ketiga, hanya di bawah Persib Bandung (38 poin) dan Persebaya Surabaya (37 poin).
Manajemen akhirnya buka suara setelah putaran pertama berakhir. Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca mengaku senang dan bangga dengan torehan tersebut.
Tapi, dia tak menapik Persija masih punya kekurangan. "Tapi, tentu ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki. Masih ada beberapa kelemahan yang membuat kami kehilangan poin, dan itu tidak boleh terjadi lagi” kata Prapanca.
Prapanca menambahkan bahwa manajemen akan melakukan evaluasi. Termasuk komposisi pemain, di mana manajemen ingin ada kedalaman skuad lebih baik.
“Tim pelatih dan pemain tentu kami evaluasi. Kami ingin kedalaman skuad Persija lebih ideal lagi untuk mengantisipasi pemanggilan timnas, akumulasi kartu, atau cedera," kata Prapanca.
Kedalaman skuad memang diperlukan oleh Persija Jakarta. Itu sudah jadi masalah bagi Macan Kemayoran di putaran pertama. Contohnya saat Muhammad Ferarri, Rayhan Hannan, dan Dony Tri Pamungkas dipanggil Timnas Indonesia, Pena pusing mencari pengganti.
Begitu pula dengan situasi ketika Ondrej Kudela absen karena terkena kartu merah. Pena sampai harus memaksa Hanif Sjahbandi yang berposisi gelandang, turun jadi bek tengah.
