Aksi pemain Dejan FC menghadapi Sriwijaya FC di laga pembuka Liga 2 Indonesia 2024/2025. (Instagram @dejan_fc)
JawaPos.com — Liga 2 Indonesia 2024/2025 resmi dibuka dengan pertandingan sengit antara Dejan FC dan Sriwijaya FC. Laga yang berlangsung di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan pada Sabtu (7/9) sore itu tidak hanya menyuguhkan permainan ketat, tetapi juga drama kartu merah yang membuat tensi pertandingan semakin tinggi.
Dejan FC berhasil mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC, tetapi yang menjadi sorotan utama adalah hujan kartu merah yang mewarnai jalannya pertandingan. Laga pembuka ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim, terutama Sriwijaya FC yang datang dengan ambisi besar meraih poin penuh di laga tandang.
Sayangnya, Laskar Wong Kito harus pulang dengan tangan hampa setelah gol cepat dari Wawan Sumadi di babak pertama tak mampu dibalas hingga peluit panjang berbunyi. Dejan FC yang bermain di hadapan pendukung sendiri langsung tampil agresif sejak menit awal.
Mereka bermain terbuka dan memanfaatkan serangan dari kedua sayap, yang terbukti efektif dalam memecah pertahanan lawan. Gol cepat terjadi ketika pertandingan baru memasuki menit ke-11.
Umpan matang dari Boateng berhasil diterima dengan baik oleh Wawan Sumadi yang langsung menyelesaikan peluang tersebut dengan sontekan akurat ke gawang Sriwijaya FC yang dikawal Jandia Eka Putra. Kiper Sriwijaya tidak mampu mengantisipasi sontekan Wawan, membuat skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Dejan FC.
Tertinggal satu gol, Sriwijaya FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, Dejan FC yang tampil disiplin di lini pertahanan mampu meredam setiap upaya dari tim tamu.
Meski memiliki beberapa peluang, Sriwijaya FC belum mampu memecahkan kebuntuan. Permainan semakin keras menjelang akhir babak pertama, yang berujung pada kartu merah pertama di pertandingan ini.
Rahman, pemain belakang Sriwijaya FC, terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat setelah mendapat kartu merah pada menit 45+2. Pelanggaran keras yang dilakukannya dianggap berbahaya oleh wasit, sehingga Sriwijaya FC harus bermain dengan 10 orang tepat sebelum turun minum.
Situasi ini membuat tim tamu semakin kesulitan dalam menciptakan peluang dan mengembangkan permainan. Babak pertama pun ditutup dengan keunggulan Dejan FC 1-0.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC yang tertinggal satu gol mencoba tampil lebih ofensif, meski harus bermain dengan satu pemain kurang. Di sisi lain, Dejan FC tidak menurunkan intensitas serangan mereka, meski sudah unggul.
Kedua tim saling jual beli serangan sepanjang babak kedua, namun baik pertahanan Dejan FC maupun Sriwijaya FC sama-sama tampil solid, membuat pertandingan berjalan alot tanpa gol tambahan. Tekanan tinggi dari kedua tim tak mampu membuahkan hasil karena lini belakang masing-masing tim bermain disiplin.
Namun, pertandingan tetap berjalan dengan tensi tinggi yang akhirnya memicu beberapa pelanggaran keras. Pada menit-menit akhir babak kedua, Dejan FC harus kehilangan pemainnya, Mukti, yang mendapat kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran keras.
Situasi ini membuat pertandingan semakin seimbang karena kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain. Meskipun begitu, drama kartu merah belum berhenti.
Pada masa injury time, Sriwijaya FC kembali mendapat pukulan telak ketika Maulana harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah. Pelanggaran yang dilakukan Maulana di menit-menit akhir semakin menyulitkan Sriwijaya FC untuk mengejar ketertinggalan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
