
BELUM BERUNTUNG: Pelatih Gresik United Agus Indra Kurniawan (kanan) ketika memantau latihan para pemainnya. Gresik United belum bisa beranjak dari Liga 2. (Radar Gresik)
JawaPos.com – Gresik United merupakan skuad sepak bola kebanggaan masyarakat Gresik yang kini berlaga di Liga 2 Indonesia.
Kegagalan Gresik United masuk ke Liga 1 musim depan menjadi kesedihan mendalam bagi penggemar sepak bola di Gresik. Tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu masih berkutat di Liga 2 Indonesia.
Dilansir dari Radar Gresik, Gresik United merupakan hasil peleburan antara Petrokimia Putra dan Persegres Gresik sejak 2 Desember 2005. Stadion utama klub saat ini bermarkas di Stadion Gelora Joko Samudro yang sebelumnya berada di Stadion Tri Dharma pada 2018.
Dulunya klub asal Jawa Timur itu memiliki julukan Kebo Giras yang kemudian berganti julukan menjadi Joko Umbaran hingga akhirnya menemukan identitasnya dengan julukan Laskar Joko Samudro.
Nama julukan Laskar Joko Samudro merupakan sebuah julukan dari Sunan Giri yang terkenal sebagai tokoh penyebaran agama Islam di seluruh Jawa dan mendirikan pesantren di Kota Gresik.
Inspirasi nama Gresik United diambil dari filosofi hidup dari Sunan Giri, yang mana mencerminkan semangat pasukan yang berjuang untuk meraih kemenangan sekaligus membangkitkan identitas kota mereka.
Namun, perjalanan Gresik United mengarungi sepak bola Indonesia tidak selalu bersinar, meski tim yang bermarkas di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, itu sudah berada di kasta teratas sejak didirikan pada 2005. Sayang, pada musim 2017, Gresik United harus terdegradasi ke Liga 2 dan pada musim selanjutnya terjerembab ke Liga 3.
Hanya membutuhkan satu musim saja Gresik United tak berlama-lama untuk menghabiskan waktunya di Liga 3. Pada musim 2021/2022, Gresik United berhasil kembali bermain di Liga 2 Indonesia hingga saat ini.
Musim ini, Gresik United tak mampu menggapai asa untuk bermain di liga teratas Indonesia, yaitu Liga 1 usai kembali alami kegagalan untuk bisa mencapai semifinal Liga 2. Hal ini menyisakan duka mendalam bagi para pemain, terutama pelatih Agus Indra Kurniawan.
Dalam laga penentuan di Stadion Gawalise, Gresik United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persipal Palu dengan satu gol yang dicetak oleh Dinas Sukaro pada menit ke-67. Hal itu pun tidak cukup untuk bisa membawa timnya ke babak berikutnya.
Agus Indra Kurniawan sambil diikuti suara terbata-bata dan mata memerah memberikan apresiasinya terhadap perjuangan pemainnya, meskipun mengalami kegagalan yang begitu menyakitkan.
Gresik United hanya mampu mengumpulkan 8 poin dari enam pertandingan di Grup Z babak 12 besar. Impian melangkah ke babak semifinal pun pupus begitu saja.
Hal ini dapat dipastikan bahwa Gresik United harus kembali meramaikan gelaran Liga 2 Indonesia musim depan.
