Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Desember 2025, 02.30 WIB

5 Kesulitan Arsenal Hadapi Tim Juru Kunci Wolves dalam Premier League 2025/26

Skuad tim Arsenal (Instagram @arsenal) - Image

Skuad tim Arsenal (Instagram @arsenal)

JawaPos.com – Arsenal meraih kemenangan tipis atas Wolverhampton Wanderers dalam laga Liga Premier yang jauh dari kata meyakinkan di Stadion Emirates.

Meski berstatus pemuncak klasemen dan menghadapi juru kunci, The Gunners justru mengalami banyak kesulitan sepanjang pertandingan.

Berikut 5 alasan utama yang menggambarkan bagaimana Arsenal dibuat frustrasi oleh Wolves, seperti dilansir dari laman Flashscore pada Rabu (17/12).

  1. Dominasi Penguasaan Bola Tanpa Efektivitas

Arsenal langsung menguasai jalannya pertandingan dengan dominasi operan di sepertiga akhir lapangan. Namun, penguasaan bola tersebut tidak diiringi dengan ancaman nyata ke gawang lawan. Hingga babak pertama berakhir, Arsenal gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran. Situasi ini menunjukkan masalah efektivitas dalam membongkar pertahanan rapat Wolves.

  1. Blok Lima Gelandang Wolves Meredam Kreativitas

Wolves menerapkan pendekatan bertahan dengan lima gelandang yang disiplin dan rapat. Strategi ini berhasil membatasi ruang gerak Bukayo Saka dan Eberechi Eze. Arsenal dipaksa lebih sering mengalirkan bola ke sisi sayap tanpa progres signifikan. Kondisi tersebut membuat serangan The Gunners mudah dipatahkan.

  1. Tumpulnya Lini Depan Arsenal

Penyerang Arsenal kembali kesulitan berkontribusi maksimal di lini serang. Minimnya sentuhan di kotak penalti lawan memperlihatkan kurangnya koneksi antarlini. Beberapa pemain depan tampak terisolasi dan jarang menerima umpan berbahaya. Hal ini memperpanjang fase frustrasi Arsenal hingga pertengahan babak kedua.

  1. Perubahan Taktik Arteta yang Terlambat

Mikel Arteta melakukan pergantian pemain sebelum menit ke-60 untuk meningkatkan tempo permainan. Masuknya Martin Odegaard dan Leandro Trossard memang memberi dampak positif dalam penguasaan bola. Arsenal mulai lebih agresif dan intens menekan pertahanan lawan. Namun, peluang bersih tetap sulit tercipta hingga menit-menit akhir.

  1. Keberuntungan Menjadi Faktor Penentu

Gol pembuka Arsenal lahir dari situasi bola mati yang berujung gol bunuh diri. Setelah Wolves sempat menyamakan kedudukan, Arsenal kembali unggul lewat gol bunuh diri kedua di masa tambahan waktu.

Kemenangan ini menegaskan bahwa Arsenal lebih bergantung pada momen keberuntungan daripada dominasi permainan. Tiga poin tetap diraih, tetapi performa mereka jauh dari kata meyakinkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore