Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 05.45 WIB

Perjalanan Panjang Curacao Mencari Pelatih: Dari Penolakan Van Marwijk hingga Mendarat pada Dick Advocaat

Curacao mendekati dua mantan pelatih tim nasional Belanda. (voetbalprimeur) - Image

Curacao mendekati dua mantan pelatih tim nasional Belanda. (voetbalprimeur)

JawaPos.com - Dalam upaya membangun masa depan sepak bola nasional, Asosiasi Sepak Bola Curacao menempuh perjalanan panjang dan penuh lika-liku. Cerita ini bukan hanya mengenai mencari pelatih baru, tetapi juga menjadi cerminan ambisi besar sebuah negara kecil yang ingin berdiri sejajar di panggung internasional.

Presiden asosiasi, Gilbert Martina, membuka tabir proses tersebut. Proses yang membawa Curacao berkeliling meja perundingan dengan beberapa nama paling berpengaruh dalam sepak bola Belanda.

Semua bermula pada Juni 2023. Nama pertama yang dihubungi adalah Bert van Marwijk, sosok yang identik dengan prestasi besar bersama Belanda. Van Marwijk menerima pendekatan itu dengan rasa hormat, tetapi sekaligus menandai batasnya: ia telah memutuskan berhenti dari dunia kepelatihan. Kini ia hanya aktif sebagai anggota dewan pengawas MVV. Sebuah pintu yang terbuka, lalu tertutup kembali dengan tenang.

Namun bagi Martina dan federasi, proses tidak berhenti di sana.

Langkah berikutnya membawa mereka kepada Louis van Gaal, mungkin nama paling bergengsi dari semua kandidat. Ia dikenal dengan standar tinggi, visi kuat, dan reputasi internasional yang tak perlu diragukan. Curacao pun mencoba mengetuk pintunya, sebuah upaya yang mencerminkan ambisi lebih dari ukuran negara itu sendiri.

Tetapi Van Gaal menolak. Alasannya sederhana namun mencolok, ia hanya ingin menjadi pelatih nasional di negara yang dapat menjadi juara dunia. Menurut Martina, Van Gaal menyadari bahwa ia tidak mungkin mencapai target itu bersama Curacao. Di balik jawabannya, terselip realisme sekaligus penghormatan terhadap apa yang ingin dibangun negara kecil itu.

Penolakan demi penolakan tidak membuat surut langkah Curacao, federasi beralih kepada Fred Rutten. Untuk pertama kalinya, ada respons yang benar-benar membuka peluang. Rutten bersedia berbicara, dan pertemuan awal berjalan baik. Begitu baiknya, hingga Martina terbang langsung ke Belanda untuk memperdalam diskusi.

Dalam fase ini, Curacao seperti menemukan jalan terang. Rutten antusias, federasi juga merasakan kecocokan. Tetapi harapan itu tidak bertahan lama. Dua minggu kemudian, setelah berdiskusi dengan istrinya, Rutten mengundurkan diri dari proyek tersebut. Untuk ketiga kalinya, jalan buntu kembali muncul.

Setelah rangkaian penolakan, barulah pada Agustus 2023 nama Dick Advocaat masuk dalam daftar. Bagi Martina, inilah momen perubahan. Ia menyebut pendekatan kepada Advocaat sebagai “awal perjalanan surgawi”, sebuah ungkapan yang mengisyaratkan rasa lega sekaligus optimisme baru.

Advocaat akhirnya menerima tugas itu. Dengan pengalaman panjangnya melatih klub dan negara, kehadirannya menjadi titik akhir dari pencarian yang melelahkan.

Kisah ini adalah potret ambisi sebuah negara kecil yang menolak menyerah pada realitas. Curacao mungkin tidak memiliki tradisi besar dalam sepak bola dunia, tetapi tekad mereka tampak jelas, membangun pondasi yang kuat dengan memanggil pelatih-pelatih berkelas internasional.

Penolakan dari Van Marwijk, Van Gaal, dan Rutten tidak membuat federasi berhenti. Sebaliknya, setiap pintu yang tertutup hanya memperjelas jalan berikutnya. Hingga akhirnya, mereka sampai pada Advocaat, dan merangkai harapan baru bagi masa depan sepak bola nasional.

Editor: Banu Adikara
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore