Xavi Hernandez. (Istimewa)
JawaPos.com - Xavi Hernandez mengenang dua kesempatan langka dalam kariernya, saat ia nyaris meninggalkan Barcelona menuju Serie A. Namun, dua dekade kemudian, legenda Blaugrana itu menegaskan bahwa pilihannya untuk bertahan adalah bagian dari takdir yang membentuk dirinya hari ini.
Dalam wawancara bersama Cronache di Spogliatoio, Xavi mengungkapkan bahwa ia pernah berada di ambang kepindahan ke AC Milan dan Inter Milan, bahkan sempat menarik perhatian Bayern Munchen. Sang gelandang yang kini berusia 44 tahun itu dikenal sebagai simbol kesetiaan dan arsitek dari salah satu era terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
“Saya sedang bernegosiasi dengan Galliani, dia bahkan datang ke Barcelona bersama ayah saya tak lama setelah kemenangan kami di Piala Dunia U-20 di Nigeria pada tahun 1999. Di Barca, timnya praktis sudah lengkap. Saya punya kesempatan untuk pergi, tetapi saya tidak menyukainya,” kata Xavi.
Tawaran pertama datang dari AC Milan ketika Xavi baru berusia 19 tahun. Adriano Galliani, sosok berpengaruh di balik kesuksesan Rossoneri pada masa itu, datang langsung ke Barcelona. Namun Xavi muda memilih untuk tetap bertahan di klub masa kecilnya, keputusan yang belakangan terbukti krusial.
Kesempatan kedua datang satu dekade kemudian, pada tahun 2008, masa-masa ketika Barcelona tengah menghadapi ketidakpastian sebelum era Pep Guardiola dimulai. Saat itu, nama Xavi dikaitkan dengan dua klub besar Eropa, Bayern Munich dan Inter Milan.
“Saya punya pilihan untuk pergi ke Bayern Munich atau Inter. Tetapi prioritas saya selalu Barca. Memang benar bahwa di masa-masa sulit, dengan banyak kritik, mereka mengkritik saya karena menjadi gelandang tengah. Saya sempat berpikir untuk pergi, tetapi hati saya selalu ingin tetap di Barcelona,” ujarnya.
Pilihan itu akhirnya membentuk warisan yang bertahan, bersama Guardiola, Xavi menjadi pusat permainan yang membawa Barcelona meraih kejayaan di pentas Eropa. Ia mewakili gaya bermain tiki-taka yang menjadi simbol sepak bola modern.
Namun Xavi tak hanya bicara soal masa lalu. Ia juga menyinggung masa depan, dan sosok muda yang ia percayai bisa meneruskan warisan tersebut: Lamine Yamal, pemain remaja yang dilatih langsung olehnya pada musim 2023.
“Dia pemain ‘terpilih’, dia bisa menjadi salah satu jenius dalam sejarah sepak bola, itu tergantung padanya dan ambisinya, hasratnya. Pada usia 15 atau 16 tahun, dia menggiring bola seperti seorang profesional, dan bahkan dalam latihan, di dalam skuad, kami sering bertanya-tanya siapa yang terbaik, dan hampir setiap hari, atau hampir setiap hari, itu adalah dia. Dia melakukan hal-hal istimewa, hal-hal yang hanya Anda lihat dari Neymar, Messi, pemain sekaliber itu. Saya melihat dia siap dan saya tidak takut. Dia juga tidak takut. Dia tidak memiliki rasa takut, dia bisa membuat perbedaan. Apa yang dia lakukan di usianya sungguh luar biasa,” ujar Xavi.
Xavi kini tetap menjadi figur penting di Barcelona, Xavi juga pernah mengarsiteki Barca di tepi lapangan sebagai pelatih. Ceritanya adalah kisah tentang kesetiaan yang jarang ditemukan di sepak bola modern, dua kali hampir meninggalkan klub, namun dua kali pula memilih bertahan demi keyakinan dan cinta terhadap warna yang membesarkannya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
