
Pelatih Leeds United, Daniel Farke. (Instagram Officialdanielfarke)
JawaPos.com - Julukan 'trampoline man' terdengar menarik, mungkin cocok untuk judul film atau lagu. Namun bagi Daniel Farke, pelatih Leeds United, label itu adalah sesuatu yang ingin dihindarinya sejauh mungkin.
Pelatih asal Jerman ini sudah tiga kali membawa timnya promosi ke Premier League, dua di antaranya bersama Norwich City. Tapi, dua kali pula ia harus menelan pil pahit yaitu langsung terdegradasi pada musim berikutnya.
Kini, usai membawa Leeds naik kasta, Farke bertekad menghapus julukan tersebut.
"Saya ingin meninggalkan klub ini dalam kondisi yang lebih baik daripada saat saya datang. Saya hanya fokus membawa Leeds United melangkah ke tahap berikutnya. Klub ini pantas berada di Premier League. Basis suporternya luar biasa," tegas Farke menurut laporan The Guardian.
Musim ini, Farke tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Ia menyesuaikan pendekatannya dengan lebih pragmatis, siap bertarung secara fisik dan mental. Delapan rekrutan barunya rata-rata bertinggi lebih dari 190 cm.
Termasuk Anton Stach dengan tinggi 1,93 sentimeter, tentu hal ini yang akan jadi jangkar lini tengah. Selain Anton, terdapat kiper anyar Lucas Perri (1,98 sentimeter) yang akan menjaga gawang. Sayangnya, bek Jaka Bijol harus absen karena sanksi.
"Tanpa Jaka tentu bukan situasi ideal," ujar Farke. Berdasarkan laporan The Guardian dirinya tetap optimistis meskipun bek andalannya terkena sanksi, selain itu mereka kedatangan dua striker anyar dengan riwayat cedera namun memiliki potensi besar yaitu Lukas Nmecha dan Dominic Calvert-Lewin. "Dominic punya semua atribut yang dibutuhkan seorang striker. Kuncinya adalah membangun kebugarannya secara bertahap. Jika ia menemukan ritme dan kepercayaan diri, dia bisa luar biasa bagi kami." ucapnya, dilansir dari The Guardian.
Farke juga masih berburu winger anyar setelah Manor Solomon kembali ke Tottenham. Jack Harrison, yang sebelumnya dipinjamkan ke Everton, diberi kesempatan untuk membuktikan diri. "Jack pemain top. Ia sudah memenangkan hati para pemain dan staf di sini selama pramusim. Sekarang tinggal memenangkan kembali hati para suporter. Itu ada di tangannya," kata pelatih berusia 48 tahun.
Upaya untuk meraih kemenangan atas Everton di Elland Road, Selasa dini hari nanti, akan menjadi langkah awal yang manis untuk misi besar Farke musim ini yaitu bertahan di Premier League dan menjauh dari stereotip julukan yang enggan ia dengar. "Kami tahu ini akan sulit. Tapi mentalitas kami adalah menang dan menjadi tim yang lebih baik," tegasnya, mengutip dari laman The Guardian.
