
Pep Guardiola saat berselisih dengan Paul Cook. (manchestereveningnews)
JawaPos – Pep Guardiola pada saat ini merupakan salah satu pelatih sepak bola paling sukses di dunia. Hal tersebut dikarenakan pelatih asal Spanyol tersebut menggunakan pendekatan strategi dan filosofi permainan yang khas dan inovatif.
Sepanjang karier kepelatihannya, ia tidak luput dari perselisihan dengan beberapa rekan seprofesinya. Berikut adalah beberapa pelatih yang pernah berselisih dengan pelatih Manchester City tersebut:
Rivalitas antara Guardiola dan José Mourinho mencapai puncaknya saat keduanya melatih di La Liga; Guardiola di Barcelona dan Mourinho di Real Madrid.
Pertandingan El Clasico sering kali diwarnai dengan ketegangan tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ketegangan mereka berdua, semakin memuncak pada semifinal Liga Champions 2010/2011, pertandingan antara Real Madrid vs Barcelona.
Mourinho pernah mengkritik Guardiola secara terbuka, menuduhnya mendapatkan kemenangan melalui cara yang tidak adil.
Setelah pertandingan perempat final Liga Champions 2022 antara Manchester City dan Atletico Madrid, Guardiola mengkritik strategi bertahan Simeone yang dianggapnya kuno.
Komentar yang dilakukan oleh Pep Guardiola, tidak diterima dengan baik oleh beberapa pemain Atletico.
Diego Simeone sendiri memilih untuk tidak terlalu menanggapi pernyataan Pep Gaurdiola, dan menekankan pentingnya saling menghormati antarpelatih.
Pada pertandingan Liga Champions tahun 2020, Guardiola terlibat perselisihan dengan pelatih FC Porto, yaitu Sergio Conceicao.
Sergio Conceicao memberi kritikan terhadap perilaku pelatih Manchester City tersebut di pinggir lapangan.
Sergio Conceicao menuduh Pep Guardiola sering menekan wasit dan berbicara dengan nada merendahkan kepada pemain lawan.
Akan tetapi, Pep Guardiola membantah tuduhan yang dilontarkan oleh pelatih FC Porto tersebut, dan menyatakan bahwa Manchester City tidak melakukan kesalahan dan kecurangan pada pertandingan.
Setelah Manchester City berhasil mengalahkan Newcastle United dengan skor 1-0 pada Desember 2017, Pep Guardiola menyindir strategi defensif yang diterapkan oleh Rafael Benítez.
Rafael Benítez menekankan bahwa menghadapi tim sekuat Manchester City memerlukan strategi bertahan yang tepat sampai akhir pertandingan.
