Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Januari 2025, 03.04 WIB

Mourinho Menyesali Keputusan Kembali ke Chelsea dan Bertahan di Roma

Jose Mourinho saat sedang memimpin sesi latihan Fenerbahce. Sumber foto: (Instagram/Jose Mourinho) - Image

Jose Mourinho saat sedang memimpin sesi latihan Fenerbahce. Sumber foto: (Instagram/Jose Mourinho)


JawaPos.com - Jose Mourinho baru-baru ini mengungkapkan sebuah pernyataan kontroversi. Yaitu, ketika memutuskan bergabung kembali dengan Chelsea pada 2013 merupakan salah satu dari dua penyesalan terbesar dalam karier sebagai pelatih. 

Mourinho memutuskan untuk meninggalkan Real Madrid setelah tiga tahun dan mengambil tugas untuk kedua kalinya di Stamford Bridge. Kala itu dia memenangkan trofi Liga Inggris ketiga pada 2015. Namun, dipecat tujuh bulan kemudian dalam situasi yang tidak mengenakkan.

Pada saat itu, Chelsea mendekam di posisi ke-16 pada Desember 2015. Posisi itu hanya unggul satu poin dari zona degradasi dan telah menelan sembilan kekalahan dari 16 pertandingan sebelumnya.  

Sepanjang kariernya, pelatih asal Portugal itu pernah menangani Manchester United, Tottenham, dan kini Fenerbahce, tetapi memilih bertahan bersama AS Roma setelah mereka kalah di final Liga Europa 2023 dari Sevilla di Budapest menjadi penyesalan terbesar lainnya hingga saat ini.

Mourinho sering berbicara tentang kecintaannya pada Roma, tetapi musim ketiganya di sana berubah menjadi kacau. Dia total menerima lima kartu merah dan membuat klub berada di urutan kesembilan di Serie A, dia dipecat pada Januari 2024.

Dalam sebuah wawancara dengan Corriere dello Sport, pelatih berusia 61 tahun ini akhirnya dengan terbuka mengungkapkan penyesalan terbesarnya dalam sepak bola.

“Kata 'tidak' kepada (presiden Real Madrid) Florentino Perez (merupakan salah satu penyesalan),” kata Mourinho.

"Perez kemudian berkata kepada saya untuk tidak pergi karena saya dianggap telah menyelesaikan bagian yang sulit di Real Madrid dan bagian terbaik masih akan datang.

"Namun, saat itu saya ingin kembali ke Chelsea setelah tiga tahun penuh perjuangan di Spanyol."

Kemudian, Mourinho melanjutkan bahwa dirinya menyesali memilih keputusan bertahan bersama Roma. Menurutnya, setelah gagal memberikan trofi Liga Europa seharusnya dia segera angkat kaki.

"Saya harus berbicara tentang Budapest. Bukan karena kisruh dengan Anthony Taylor, tetapi karena saya tidak langsung pergi. Seharusnya saya langsung meninggalkan Roma. Saya tidak melakukannya dan itu adalah sebuah kesalahan," sambung Mourinho.

Mourinho dijatuhi hukuman larangan bermain dalam empat pertandingan oleh UEFA setelah kedapatan mengkonfrontasi wasit Taylor di tempat parkir dan mencapnya sebagai 'aib' setelah kekalahan dalam adu penalti oleh Sevilla. 

"Meninggalkan Roma memang sulit, tetapi saya sudah banyak berkembang dan saya belajar sesuatu yang baru setiap hari sejak saya memenangkan Liga Champions pertama saya 20 tahun yang lalu.

"Dalam beberapa tahun terakhir saya telah mencapai tiga partai final, satu dengan Manchester United dan dua dengan Roma. Semua ini dilakukan dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan," tambahnya.

Meskipun Mourinho menganggap kepergiannya dari Real Madrid pada tahun 2013 sebagai sesuatu yang berat sebelah, namun bukan berarti manajemen tidak puas dengan pekerjaan yang telah dilakukannya. Mereka, dengan ambisi yang tinggi, nyaris tidak pernah merasa puas. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore