
Timnas Jepang hebat sejak berguru ke Indonesia pada era 1990-an. (laman jfa.jp)
JawaPos.com - Tidak bisa disangkal bahwa timnas sepak bola Jepang adalah salah satu raksasa Asia saat ini. Tapi siapa sangka, sebelum sehebat sekarang Tim Negeri Sakura ini pernah berguru ke Indonesia, dikutip dari POJOK SATU.
Pada jeda internasional September 2023, pecinta sepak bola dunia terpukau dengan kehebatan Timnas Jepang melibas Jerman 4-1 dan Turki 4-2.
Mundur sedikit ke Piala Dunia 2020 yang dimainkan pada akhir 2022 lalu, Jepang juga sukses membuat dunia terpukau usai menghajar Jerman dan Spanyol, masing-masing dengan skor 2-1 di fase grup sebelum kemudian dipulangkan Kroasia di fase knock out.
Itu hanya secuil catatan apik Timnas Jepang di pentas sepak bola internasional.
Jepang saat ini menempati ranking 20 dunia yang membuat mereka menjad negara Asia dengan peringkat tertinggi di ranking FIFA berdasarkan rilis terbaru 20 Juli 2023.
Tim Samurai Biru ini juga tercatat sudah empat kali menjuarai Piala Asia (1992, 2000, 2004, 2011).
Pada Piala Asia 2023 yang akan digelar pada Januari-Februari 2024 di Qatar, Jepang tergabung di Grup D bersama Timnas Indonesia, Vietnam dan Irak.
Tentu saja Jepang tidak hanya difavoritkan lolos dari penyisihan grup, tapi juga masuk daftar unggulan juara.
Selain prestasi mentereng di Piala Asia, Jepang juga pernah jadi runner-up Piala Konfederasi FIFA pada edisi 2001, dan tujuh kali tampil di Piala Dunia.
Pertama kali tampil di Piala Dunia 1998 di Prancis membuat Jepang menempati rangking sembilan FIFA. Penampilan terbaik Jepang di Piala Dunia lolos ke babak 16 besar pada edisi 2002, 2010, 2018 dan 2022.
Kemajuan Jepang dalam waktu singkat menjadi inspirasi dan contoh bagaimana mengelola sepak bola. Sepak bola Jepang baru sepenuhnya profesional pada 1990-an setelah belajar kepada sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Dari yang Masuk Akal sampai Yang Sulit Dinalar, Ini Daftar Fobia Unik yang Diidap 18 Artis Tanah Air
Ya. Jepang ternyata pernah berguru ke Indonesia pada tahun 1991 saat membenahi liganya yang saat itu masih semi-profesional.
Semi profesional karena pemain klub, misal Matsushita (sekarang Gamba Osaka), pemainnya diambil dari pegawai Matsushita, bukan orang luar yang memang dikontak karena skill-nya.
Fakta ini diungkap pemain legendaris Indonesia yang pernah dikontrak klub Jepang, Ricky Yacob. Ia menjadi saksi sejarah bahwa Jepang pernah belajar sepak bola dari Indonesia.
