
Siswa tuna netra di SMA LB Kemala Bayangkari membaca Alquran Braille untuk mengisi kegiatan di bulan suci Ramadan.
JawaPos.com - Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia untuk mengenang Louis Braille, sang penemu sistem tulisan Braille. Hari ini menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya huruf Braille sebagai alat komunikasi bagi penyandang tunanetra.
Dilansir dari Brailleworks dan PBB, Hari Braille Sedunia baru ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir tahun 2018, dengan peringatan pertama berlangsung pada 4 Januari 2019. Namun jauh sebelum pengakuan resmi PBB, penyandang tunanetra telah lama merayakan jasa besar Louis Braille.
Sejarah Penemuan Huruf Braille
Louis Braille, yang lahir pada 4 Januari 1809 di Prancis, kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan di usia tiga tahun. Namun, keterbatasan fisik tidak menghentikannya untuk berinovasi. Pada usia 10 tahun, Louis mulai bereksperimen menciptakan huruf yang dapat dibaca dengan ujung jari menggunakan paku dan kayu.
Inspirasi besar datang ketika Louis bertemu Kapten Charles Barbier, yang memperkenalkan sistem komunikasi berbasis garis untuk kebutuhan militer. Louis mengkritik sistem tersebut karena dianggap tidak efisien. Ia pun mengembangkan sistem baru yang menggunakan titik-titik timbul berbentuk bulat, yang lebih mudah dirasakan oleh tunanetra. Pada usia 20 tahun, Louis berhasil menyempurnakan huruf Braille, terdiri dari 64 kombinasi titik yang mewakili huruf, angka, dan tanda baca.
Fakta Menarik Tentang Huruf Braille
Louis Braille dan Perjuangan di Balik Karyanya
Di usia muda, Louis Braille telah menciptakan sistem komunikasi yang revolusioner bagi tunanetra. Ia tidak menyerah pada keterbatasannya dan berjuang untuk memberikan hak membaca dan menulis bagi mereka yang tidak dapat melihat.
Braille Bisa Digunakan di Berbagai Bahasa
Sistem Braille tidak hanya terbatas pada alfabet Inggris. Braille telah diadaptasi untuk berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk bahasa Arab, Jepang, hingga bahasa daerah.
Tingkatan Huruf Braille
Braille memiliki tiga tingkatan. Tingkat pertama mencakup alfabet, angka, dan tanda baca. Tingkat kedua melibatkan singkatan huruf dan kata untuk efisiensi. Tingkat ketiga digunakan dalam komunikasi pribadi atau informal.
Braille untuk Matematika dan Musik
Selain alfabet, ada sistem Braille khusus untuk matematika, sains, dan musik. Misalnya, notasi musik Braille memiliki format unik untuk membantu tunanetra memainkan instrumen dengan membaca lembaran musik.
Braille Dirayakan Sebelum Diakui PBB
Meskipun baru diakui PBB pada tahun 2018, komunitas tunanetra telah merayakan jasa Louis Braille jauh sebelumnya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
Pentingnya Hari Braille Sedunia
Hari Braille Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap individu, termasuk penyandang tunanetra, berhak mendapatkan akses terhadap pendidikan, komunikasi, dan informasi. Sistem Braille telah menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia untuk kesetaraan dan inklusivitas.
Di tengah kemajuan teknologi, sistem Braille tetap relevan sebagai alat bantu belajar dan membaca, baik dalam bentuk buku maupun teknologi digital. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap orang, tanpa memandang keterbatasan fisik, memiliki potensi untuk berkarya dan memberikan dampak besar bagi dunia.
Selamat Hari Braille Sedunia! Mari kita terus mendukung inklusivitas dan kesetaraan untuk semua.
