JawaPos.com - Seluruh kendaraan saat ini dapat dipastikan menggunakan aki atau accu untuk suplai listriknya. Baik motor atau mobil di era modern, sudah pasti sangat bergantung pada aki untuk mengawal kebutuhan elektronik dan modul komputer atau kebutuhan entertainment lainnya.
Aki sendiri ada dua jenis, secara umum dikenal aki kering, dan aki basah. Nah, khusus untuk yang aki basah, membutuhkan tambahan air untuk menyimpan dan menghantarkan arus listrik. Air ini juga bukan sembarang air, melainkan air yang dikhususkan memang untuk aki.
Menyoal air aki ini, ada lagi jenisnya, ada air aki botol merah, dan air aki botol biru. Lalu, apa sih beda keduanya?
Dirangkum dari berbagai sumber, air aki botol merah merupakan air zuur yaitu jenis air aki yang memiliki kandungan elektrolit pekat. Warna merah digunakan pada kemasan untuk menunjukkan bahwa air aki di dalamnya merupakan cairan yang berbahaya.
Saat cairan ini tidak sengaja mengenai kulit maka kulit akan iritasi atau gatal-gatal. Selain itu, air zuur juga bisa merusak kain atau bahkan logam sekali pun. Sangat korosif.
Di sisi lain, air aki botol biru adalah air aki atau sering disebut sebagai air suling. Jenis air aki ini telah melalui proses penyulingan dan demineralisasi sehingga mineral-mineral yang terkandung di dalamnya telah dihilangkan.
Air aki yang dikemas dalam botol berwarna biru juga untuk menunjukkan bahwa carian aman saat bersentuhan dengan kulit. Meskipun merupakan cairan yang tidak berbahaya, tetap disarankan untuk tidak melebihi batas saat menambahkannya ke dalam aki.
Perbedaan air aki botol merah dan biru selanjutnya berkaitan dengan kandungan asam di dalamnya. Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, air aki dalam botol kemasan biru berisi air aki yang telah melewati tahap penyulingan dan demineralisasi sehingga kandungan mineralnya telah dihilangkan.
Sementara itu, air zuur dalam botol kemasan merah adalah jenis air aki yang tidak mengalami proses penyulingan sehingga mengandung elektrolit dan asam sulfat yang lebih pekat dan kuat.
Carian aki dalam botol merah mengandung asam sulfat konsentrat (H2SO4). Nah, asam sulfat tersebut dapat menyimpan serta menghantarkan arus listrik.
Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa kedua jenis air aki ini memiliki waktu penggunaan yang berbeda. Jadi, kapan menggunakan air aki botol merah dan biru?
Air zuur dalam botol merah digunakan ketika mengisi cairan aki untuk pertama kali atau saat aki kosong. Sedangkan air aki dalam botol biru digunakan untuk menambah volume cairan aki ketika levelnya sudah mulai menurun atau mengering.
Jadi, air aki botol merah adalah untuk mengisi aki basah baru. Kemudian penggunaan air aki botol biru adalah sebatas untuk menambah volume cairan di dalam aki mobil tanpa memengaruhi massa jenis dari elektrolit aki.
Perlu Anda ketahui untuk tidak menambahkan volume cairan aki dengan air zuur. Jika hal ini dilakukan, maka kadar H2SO4 bisa meningkat sehingga berisiko merusak komponen aki kendaraan Anda.
Selain itu, saat menggunakan air aki, penting untuk selalu mengikuti petunjuk yang tertera pada baterai dan memastikan pengisian dilakukan dengan hati-hati. Selain itu, saat menambahkan air aki, sebaiknya mesin mobil dimatikan.
Hal ini harus Anda perhatikan karena jika pengisian cairan aki dilakukan saat mesin menyala, maka air aki akan menguap. Nah, uap tersebut bisa sangat berbahaya jika terhirup. (*)