Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 18.37 WIB

Perbandingan Jenis Baterai Mobil Listrik: Keunggulan dan Kelemahan

Salah satu tipe baterai yang digunakan mobil listrik dari Chery. (Nanda/JawaPos.com) - Image

Salah satu tipe baterai yang digunakan mobil listrik dari Chery. (Nanda/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemilihan baterai menjadi salah satu faktor penting dalam performa sebuah mobil listrik. Setiap teknologi baterai menawarkan karakteristik berbeda, mulai dari efisiensi energi, daya tahan, hingga biaya produksinya.

Itulah sebabnya pabrikan otomotif punya preferensi masing-masing dalam menentukan jenis baterai yang paling cocok untuk model kendaraan mereka.

Di pasaran, berbagai tipe baterai digunakan, dari teknologi lama seperti Sealed Lead Acid hingga inovasi modern seperti solid-state. Bahkan baterai lithium-ion menjadi standar umum pada mobil listrik massal, mulai dari kelas terjangkau seperti Wuling Air EV hingga model premium seperti Toyota bZ4X. 

Berikut ulasan berbagai jenis baterai listrik yang perlu kamu ketahui seperti dirangkum dari laman mgmotor.id! 

1. Nickel-metal Hydride (NiMH)

Baterai NiMH bekerja dengan menyimpan energi melalui reaksi hidrogen yang dipadukan dengan nikel dan berbagai logam lain. Teknologi ini telah lama menjadi andalan pada kendaraan hybrid (HEV), seperti beberapa model Toyota Hybrid generasi awal. 

Proses pengisian baterai biasanya dipengaruhi oleh putaran mesin dan sistem pengereman regeneratif. Meski bukan pilihan utama untuk mobil listrik murni, baterai NiMH terkenal stabil dan memiliki ketahanan yang baik dalam penggunaan jangka panjang.

2. Sealed Lead Acid (SLA)

Jenis SLA merupakan baterai isi ulang yang sudah dipakai sejak lama dan dikenal karena harganya yang ekonomis, meski bobotnya cukup berat. Dalam konteks kendaraan listrik modern, baterai ini jarang dipakai sebagai sumber tenaga utama. 

Namun, sejumlah kendaraan menggunakan SLA sebagai penyimpanan daya tambahan atau sistem cadangan, misalnya untuk menyalakan perangkat elektronik non-utama. Teknologi ini tetap relevan karena perawatannya mudah dan tahan terhadap perubahan suhu.

3. Baterai Solid-State

Solid-state adalah teknologi yang menggunakan elektrolit padat, bukan cair, sehingga membuat baterai lebih aman dan berpotensi menawarkan kapasitas besar dalam ukuran lebih kecil. Walau konsepnya sudah lama ada, penerapan pada mobil listrik baru semakin berkembang beberapa tahun terakhir. 

Produsen besar seperti Toyota turut melakukan pengembangan pada teknologi ini. Jika nanti dipakai luas, solid-state diprediksi mampu memberikan jarak tempuh lebih jauh dan proses pengisian lebih cepat dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.

4. Baterai Nickel-cadmium (NiCd)

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore