Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2025, 18.50 WIB

Khawatir Buyarkan Rencana Merger, Honda Minta Nissan Beli Saham Renault?

Ilustrasi logo Nissan dan Renault. (Dok/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi logo Nissan dan Renault. (Dok/JawaPos.com)

 
 
JawaPos.com-Honda merasa khawatir mengenai potensi pengaruh Renault dalam rencana merger dengan Nissan. Honda bahkan meminta Nissan yang sedang terpuruk untuk membeli saham perusahaan Prancis tersebut.
 
 
Renault saat ini memiliki 35,7 persen saham di Nissan yang bernilai sekitar 3,6 miliar USD. Merek tersebut secara khusus absen dari pembicaraan antara Honda dan Nissan dan hanya mempertimbangkan semua opsi berdasarkan kepentingan terbaik Grup dan para pemangku kepentingannya. Pernyataan ini membuat Honda berada dalam situasi yang sulit.
 
Seperti dilansir Carscoops dari Bloomberg, Honda telah bertanya kepada Nissan apakah mereka dapat mengakuisisi saham Renault. Sumber yang tidak disebutkan namanya menyatakan Honda khawatir Nissan dapat menjadi sasaran pengaruh asing yang tidak diinginkan, jika pihak ketiga mengambil alih saham merek Prancis tersebut.
 
Pembelian saham Renault oleh Nissan bisa jadi sulit. Nissan memiliki kas sekitar 9,8 miliar USD pada akhir 2024 dan lebih dari sepertiganya akan dibutuhkan untuk membeli saham Renault. Mengingat seberapa besar kesulitan keuangan Nissan, tidak jelas apakah Nissan dapat melakukan pengeluaran tersebut.
 
Pada akhir Desember, mantan bos Nissan dan Renault, Carlos Ghosn mengatakan Renault mungkin terbuka untuk menjual sahamnya langsung ke Honda. Pemerintah setempat sangat menginginkan penggabungan merek Nissan, Honda, dan Mitsubishi agar tetap berada di bawah kepemilikan Jepang. 
 
Ancaman perusahaan Taiwan Foxconn yang menyatakan minatnya untuk membeli Nissan mungkin telah mendorong Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) untuk mendorong Honda agar melakukan penggabungan.
 
Meski begitu, Nissan masih memiliki banyak rintangan yang harus dilewati. Perusahaan tersebut mungkin perlu melipatgandakan labanya pada tahun keuangan 2026 untuk membuktikan kepada Honda bahwa mereka dapat menjadi mitra yang solid. Jika tidak dapat melakukan ini, penggabungan tersebut mungkin tidak akan terjadi. (*)
 
Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore