
GambitHunter, aplikasi yang dibuat tim software engineer Indonesia yang mendapat juara 2 OpenAI Codex Hackathon 2026 di Singapura. (X/@rwhendry)
JawaPos.com - Masalah judi online di Indonesia selama ini seperti lingkaran setan tanpa ujung. Ribuan situs sudah diblokir, tetapi platform baru terus bermunculan dengan nama dan domain berbeda.
Di tengah situasi tersebut, tiga software engineer asal Indonesia mencoba pendekatan yang berbeda: bukan memburu situsnya, melainkan jejak transaksi para pelakunya.
Pendekatan itu mereka tuangkan dalam aplikasi bernama GambitHunter, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan yang berhasil membawa tim Indonesia meraih posisi runner-up dalam OpenAI Codex Hackathon 2026 yang digelar di Singapura pada akhir Februari 2026.
Tim ini dipimpin oleh Reynaldo Wijaya Hendry, yang mengumumkan pencapaian tersebut melalui akun X miliknya, @rwhendry.
Dalam utas yang ia bagikan, Reynaldo juga menjelaskan alasan hingga langkah-langkah kerja aplikasi pembasmi judi online yang mereka kembangkan.
“Judol adalah masalah serius di negara kita. Banyak korban terjerat utang karena kecanduan, bahkan sampai memicu tindak kriminal. Dampaknya bukan cuma ke individu, tapi juga ke masyarakat,” tulisnya.
Menurut dia, strategi yang selama ini ditempuh pemerintah, termasuk pemblokiran situs oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) masih menghadapi tantangan besar.
“Memblokir satu situs seperti bermain kucing dan tikus. Setiap satu ditutup, sepuluh lainnya muncul dengan nama dan domain baru,” lanjut Reynaldo.
Dari situlah ide GambitHunter muncul. Alih-alih fokus pada domain situs, tim ini memilih menargetkan jejak transaksi yang lebih sulit disembunyikan, seperti rekening bank dan nomor telepon yang digunakan untuk deposit.
Dalam penjelasannya di media sosial, Reynaldo memaparkan bahwa GambitHunter bekerja melalui dua komponen utama: eksplorasi dan ekstraksi.
Keduanya saling terhubung untuk menelusuri dan mengumpulkan bukti digital dari jaringan situs judi online.
Langkah pertama dilakukan oleh agen eksplorasi. Sistem ini memanfaatkan mesin pencari web untuk mengidentifikasi dan mengumpulkan daftar situs yang diduga terkait dengan aktivitas judi online.
Melalui proses pencarian otomatis tersebut, GambitHunter membangun database awal berisi berbagai website mencurigakan yang kemudian diproses pada tahap berikutnya.
Setelah daftar situs terkumpul, agen ekstraksi mulai bekerja. Di tahap ini, sistem menggunakan model AI berbasis OpenAI Codex untuk menelusuri struktur website secara lebih dalam.
