
Wapres Jusuf Kalla berharap kepolisian bisa bersikap baik, terbuka dan adil dalam menangani kasus Kemah Pemdua yang merupakan program Kemenpora.
JawaPos.com - Kasus anggaran Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Indonesia yang menyeret Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menuai komentar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Orang nomor dua di Indonesia itu berharap semuanya untuk tenang dulu.
JK sebetulnya enggan untuk menanggapi. Karena itu, dia menyerahkan persoalan itu kepada pihak kepolisian. Mantan Ketum Golkar itu juga tidak ingin menuduh Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi tersebut bersalah atau tidak.
"Kita enggak tahu, kan itu baru data pemeriksaan. Biar ini tenang dulu, jadi apa itu masalahnya kelihatan, setelah jelas baru kita selesaikan," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (27/11).
Oleh sebab itu, JK berharap, Dahnil ikuti saja proses hukum yang ada. Namun dia menyarankan supaya pihak kepolisian transparan dalam menangani kasus Dana Apel dan Kemah Kebangsaan Pemuda Indonesia yang menjadi Program Kemenpora itu.
"Semua orang warga negara ini kalau ada masalah hukum harus ikut, tetapi prosesnya harus transparan dan harus ada bukti yang cukup," katanya.
JK juga meminta pihak kepolisian agar bertindak netral. Sebab, menurutnya, kasus yang menimpa Dahnil Anzar ini tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2019 ataupun peran dia sebagai salah satu bagian dari pasangan Prabowo-Sandi.
"Kepolisian tidak bermaksud begitu, tetapi secara kebetulan terjadi seperti itu (Dahnil bagian dari Prabowo-Sandi). Sekali lagi prosesnya harus betul-betul baik, terbuka, dan adil," pungkasnya.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Argo Yuwono menyatakan akan tetap menindaklanjuti kasus dugaan korupsi Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017, meskipun pihak PP Pemuda Muhammadiyah telah mengembalikan uang Rp 2 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kegiatan kemah yang dilaksanakan Kemenpora itu menggunakan tahun anggaran 2017. Pada kasus dana kemah, setidaknya ada dua ormas yang menerima dana dari Kemenpora untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Dua organisasi itu ialah Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor dengan total dana Rp 5 miliar.
Berdasarkan penelusuran polisi, laporan pertanggungjawaban GP Ansor tidak ditemukan penyimpangan. Sementara dalam laporan pertanggungjawaban Pemuda Muhammadiyah diduga terdapat penggunaan dana fiktif sebesar kurang dari setengah anggaran, yakni Rp 2 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Celta Vigo di Liga Spanyol: Los Che Bisa Kesulitan di Kandang!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Novel Baswedan Soroti Dugaan Kompromi Penyelidikan KPK di Kabupaten Bogor
Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Sevilla di Liga Spanyol 2026/2027: Los Leones Diunggulkan Menang
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
