Data Registrasi Kendaraan Dijual di Internet

UU PDP Dinilai Belum Jamin Keamanan Siber
23 September 2022, 15:30:14 WIB

JawaPos.com – Belum lama UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) disahkan, kasus kebocoran data kembali terjadi. Kemarin (22/9) muncul dugaan kebocoran data pemilik kendaraan bermotor sekaligus data anggota Polri bidang reserse. Data tersebut dijual di forum internet Breached.to.

Pengecekan Jawa Pos, akun bernama Oke memberikan pemberitahuan penjualan data 36 juta pemilik kendaraan bermotor. Dalam data itu terdapat identitas pemilik kendaraan bermotor yang diklaim sejak 2000 hingga 2021. ”Menjual data mobil Indonesia mulai 2021. Data ini berisi informasi semua catatan STNK di Indonesia,” tulis akun tersebut.

Data itu diklaim mencatat nama lengkap pemilik kendaraan, alamat, jenis kendaraan, bahkan nomor rangka kendaraan. Dalam situs itu Oke mengklaim sebagai orang pertama yang memiliki data tersebut. Data sampelnya diunggah 1 September lalu dan tampak ada beberapa orang yang tertarik membelinya.

Selain data pemilik kendaraan, akun bernama Meki memperjualbelikan data identitas anggota Polri. Pemberitahuan penjualan data anggota Polri itu diunggah sejak Rabu (21/9). Jumlah datanya disebutkan mencapai 26 juta.

Namun, setelah ditelusuri, diduga kebocoran data pemilik kendaraan dan identitas anggota Polri tersebut bukan merupakan hal baru. Untuk data pemilik kendaraan, pada Februari 2022 sudah ada akun bernama Eslebe hitler yang menjual 52 juta data kendaraan di situs Raid Forum.

Untuk data anggota Polri, dipastikan data tersebut lawas. Sebab, sampel data itu menyebutkan nama salah seorang pejabat yang telah lama pensiun, tapi masih disebut menjabat dalam data itu.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Nurul Azizah menyatakan, Polri mendalami dugaan kebocoran data tersebut. ”Direktorat Tindak Pidana Siber yang akan mendalaminya,” ujar dia.

Sementara itu, pakar penyadapan dan keamanan siber Pratama D. Persadha menilai, UU PDP belum akan memberikan banyak dampak terhadap keamanan siber. Selain itu, perlu perbaikan lembaga keamanan siber.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c9/fal

Saksikan video menarik berikut ini: