
Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mendapat pelatihan peningkatan kompetensi. (Istimewa)
JawaPos.com - Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mendapat pelatihan peningkatan kompetensi. Pelatihan ini meliputi public speaking, digital marketing, hingga produksi konten audio visual.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama ini setidaknya diikuti oleh 250 mahasiswa dari berbagai program studi. Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Banten, Muhammad Ishom, dan dihadiri sejumlah pimpinan kampus, termasuk Kepala Biro AUPK serta Wakil Rektor II.
Ishom mengatakan, bulan Ramadhan tidak sebatas diisi dengan kegiatan keagamaan. Pada bulan suci ini juga perlu tetap dilakukan kegiatan memperkaya wawasan serta meningkatkan kapasitas diri.
“Bulan Ramadan seharusnya membuat wawasan kita bertambah seiring turunnya Al Quran sebagai petunjuk. Jika kapasitas diri tidak meningkat, maka kita belum merasakan makna Ramadan yang sejatinya,” ujar Ishom.
Dia menyampaikan, tantangan kerja di era digital seperti sekarang semakin kompleks. Melalui pelatihan ini diharapkan bisa menambah keterampilan para mahasiswa.
Pada sesi pertama pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi mengenai public speaking yang disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Arif Fahruddin.
Dalam pemaparannya, Arif menyammpaikan bahwa mahasiswa perlu menguasai keterampilan berbicara di depan publik. Keterampilan ini dibutuhkan pada era seperti sekarang, apalagi dalam penyampaikan dakwah.
Selain itu, peserta juga mengikuti kelas digital marketing yang membahas peluang bisnis berbasis teknologi serta strategi mengembangkan usaha melalui platform daring. Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai potensi ekonomi digital yang terus berkembang dan dapat dimanfaatkan oleh generasi muda.
Terakhir para mahasiswa mendapatkan pelatihan produksi konten audio visual dari sutradara film dokumenter. Dalam sesi ini, peserta diajarkan teknik dasar pembuatan konten kreatif yang dapat digunakan sebagai media dakwah maupun sarana komunikasi digital.
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Pusat, Arif Fakhrudin menyatakan mendukung kegiatan seperti ini. Baginya, penting para mahasiswa mendapat peningkatan kemampuan.
“AQUA tidak hanya menyediakan hidrasi yang sehat bagi para peserta, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam membangun SDM unggul berbasis nilai-nilai keislaman,” pungkas Arif Fakhrudin.
