Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Mei 2023, 16.57 WIB

Menurut AHY, Banyak Proyek Pembangunan Mercusuar Tak Dirasakan Wong Cilik

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (kiri) dan istrinya, Annisa Pohan, saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (14/5). - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (kiri) dan istrinya, Annisa Pohan, saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (14/5).

 
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pernah menjadi bagian penting dari pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama 10 tahun, pada periode 2004-2014. Ia meyakini, banyak kesamaan visi antara Partai Demokrat dan PKS.
 
"Bekal ini yang semakin menguatkan kebersamaan kita, bersama-sama Partai NasDem. Demokrat dan PKS beberapa saat yang lalu, kita telah mengusung Mas Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden," kata AHY saat menghadiri acara puncak Milad PKS ke-21 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/5).
 
"Insya Allah, Mas Anies dan kita semua bisa benar-benar menghadirkan harapan baru. Harapan bagi rakyat untuk mewujudkan perubahan dan perbaikan di negeri kita ini,” sambungnya.
 
AHY mengungkapkan, tema perubahan dan perbaikan menjadi sentral, serta yang diserap langsung Partai Demokrat dari rakyat, setiap berkeliling Nusantara dari Aceh hingga Papua.
 
"Setiap melakukan dialog dengan rakyat dari berbagai kalangan, berbagai profesi, berbagai latar belakang, juga lintas generasi, karena tentu ada generasi tua tapi juga generasi yang muda. Di sana-sini. Di stasiun, di bandara, di pasar, di restoran, di cafe-cafe, di tempat-tempat fitness, kami mendengarkan masyarakat kita yang benar-benar mengharapkan agar perubahan itu segera terjadi, karena rakyat hari ini menghadapi banyak sekali permasalahan," ucap AHY.
 
AHY menambahkan, masyarakat sampai saat ini masih merasakan masalah perekonomian terkait harga-harga bahan pokok yang naik, serta sulit untuk dijangkau. Hal ini menjadi keluhan yang kerap disampaikan masyarakat
 
"Kita tahu, bahwa kesejahteraan ASN, TNI-Polri juga stagnan, tidak ke mana-mana. Lapangan pekerjaan sulit, banyak yang sudah lulus kuliah, tapi tidak mendapatkan pekerjaan," jelasnya.
 
Sementara itu di sisi lain, rakyat mengeluhkan anggaran negara yang digelontorkan untuk pembangunan proyek-proyek mercusuar, tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kecil atau wong cilik. Bahkan, ditambah dengan utang Indonesia terus membengkak menjadi lebih dari Rp 7.800 triliun.
 
"Bertambah lebih dari Rp 5.000 triliun sejak 8 tahun yang lalu. Jauh di atas keamanan fiskal negara kita," terang AHY.
 
Oleh karena itu, tokoh nasional Jusuf Kalla tak heran mengingatkan pemimpin Indonesia ke depan akan terbebani dengan utang negara yang sangat berat.
 
"Para tokoh nasional, termasuk Pak Jusuf Kalla, mengingatkan siapapun presiden ke depan, siapapun yang akan memerintah ke depan, akan terbebani dengan utang yang sangat berat. Jadi, Mas Anies Baswedan, ini merupakan tantangan terbesar nanti. Jika Insya Allah tuhan menakdirkan Mas Anies menjadi Presiden Republik Indonesia," pungkas AHY.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore